Demokrasi Kampus

Demokrasi berasal dari bahasa Yunani δημοκρατία (dēmokratía) “kekuasaan rakyat”,[2] yang terbentuk dari δῆμος (dêmos) “rakyat” dan κράτος (kratos) “kekuatan” atau “kekuasaan”. Dalam artian demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka.

Demokrasi kampus berguna untuk menciptakan sebuah kondisi yang memungkinkan seluruh unsur di dalam universitas (mahasiswa, rektorat, tenaga pengajar, pegawai, dan pekerja) bisa memiliki hak yang sama dalam merumuskan kebijakan dan orientasi penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi. Tanpa partisipasi massa mahasiswa, maka tidak ada demokrasi kampus. Apabila tidak ada demokrasi dalam kampus, maka tujuan Universitas dipastikan hanya untuk melayani kepentingan segelintir orang dan kaum kapitalis saja.

Meskipun ada banyak lembaga/organisasi mahasiswa di kampus, baik yang formal maupun informal, tetapi kontribusi mereka dalam mengangkat partisipasi mahasiswa dan merumuskan kebijakan kampus masihlah kecil. Ada banyak keresahan massa mahasiswa yang tidak tersalurkan oleh lembaga/organisasi kampus tersebut.

Lembaga/organisasi kampus memiliki peran penting bagi suatu institut kampus, karena dampak dari lembaga/organisasi seperti itu sangat besar dalam mengangkat kritisisme dan partisipasi massa mahasiswa. Diskusi-diskusi seharusnya mulai menjamur dan menjadi perhatian khusus bagi mahasiswa baik di lingkup kampus maupun di luar kampus, seperti rumah, kost, dan tempat nongkrong. Fenomena tersebut sering kita jumpai di kampus-kampus seperti pada saat Rapat Umum Anggota untuk memilih pengurus MMU maupun UKM kampus yang biasanya sepi, sekarang mulai diramaikan mahasiswa dengan adanya pemilihan umum.

Kestabilan mahasiswa di internal maupun eksternal kampus dalam berpikir kritis, diharapkan bisa berkontribusi terhadap kepentingan rakyat dan nasional. Upaya mewujudkan kontribusi yang sedemikian, maka sudah saatnya segala hal yang berkaitan dengan kebijakan kampus harus melibatkan massa mahasiswa, pegawai/pekerja, dan warga masyarakat di sekitar kampus, sesuai dengan hakikat demokrasi. [P]