Debat Perdana Prodi Akuntansi; Perkaya Ilmu, Pertajam Pikir

Sabtu, 11 Mei 2019 Dewantara Accounting Debate Competition 2019 diselenggarakan sebagai kegiatan debat perdana dengan mengusung tema Menciptakan Akuntan yang Profesional, Kompeten, dan Kritis dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0. Acara tersebut diselenggarakan oleh Tax Study Club (TSC) dan Audit Study Club (ASC) sekaligus pelantikan pengurus TSC dan ASC.

“Alhamdulilah lancar, walaupun acara ini dipersiapkan dalam waktu 2 minggu,” ujar Rahadiyanto Prasetyo, selaku ketua panitia.

Dalam sambutannya, Sri Ayem selaku Kepala Program Studi (Kaprodi) Akuntansi mengucapkan terima kasih atas dukungan dari semua pihak baik dari dekan dan dosen, inisiator kegiatan, dan para mahasiswa.

“Kegiatan ini selain sebagai kegiataan prodi, juga bentuk kerjasama dengan prodi lain yakni Magister Manajemen dan juga PBI. Insyaalah ini adalah kegiatan awal mempersipakan mahasiswa Akuntansi yang tangguh, mempunyai kompetensi, dan pengetahuan yang luas dalam bidang Akuntan,” ungkap Sri Ayem.

Selaku Kaprodi, ia berharap dari kegiatan ini selain kompetensi utama dari Akuntansi bisa terpenuhi, juga sebagai upaya dalam mendidik mahasiswa untuk berpikir kritis, ilmiah, inovatif, dan senantiasa mengasah wawasan terkait perkembangan ilmu Akuntansi dan bidang ilmu lainnya.

“Kami berharap kegiatan ini bisa dijadikan embrio untuk debat yang lebih tinggi. Tahun depan kita rencanakan peserta debat yang tidak hanya dari internal, tetapi juga eksternal. Jadi, bekerjasama dengan PT di DIY maupun nasional serta bekerjsama dengan IAPI sebagai Lembaga Asosiasi yang menaungi profesi akuntansi, sehingga kegiatan semacam ini menjadi lebih bermanfaat dan dapat mengembangkan kompetensi mahasiswa kedepannya “tambah Sri Ayem.

Senada dengan Sri Ayem, Suyanto selaku dekan Fakultas Ekonomi UST mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan embrio debat yang bisa dikembangkan menjadi acara yang lebih besar, halnya Olimpiade Akuntansi. Jadi, tidak hanya berhenti di tingkat prodi tetapi sampai pada tingkat  nasional.

“Acara ini baru pertama kali dan kami berharap kegiatan seperti ini semakin banyak diselenggarakan oleh prodi-prodi baik tingkat S1 mapun S2, sehingga atmosfir akademik di FE bisa terasa,” tambah Suyanto.

Dari 51 peserta debat, mulai dari babak penyisihan hingga final, hanya diambil dua kategori yaitu debater dan adjudicator. Hasil lomba juara pertama kategori debater diraih oleh  Handrianus Pereta Puor, juara kedua Devi Faldianti, dan juara ketiga Maya pradina. Kategori adjudicator pemeroleh juara pertama oleh Ervin Noviani, juara kedua Nourul Anisa, dan juara ketiga Maria G.I. D Sarmento.

 “N1 harusnya diajak interview juga, jangan cuma tes aja. Baik lagi kalau UST juga punya klub debat yang dikasih mentor, misal annual event pesertanya lebih matang,“ pungkas Devi Faldianti, salah satu nominator juara. [P]