PANGGUNG DEMOKRASI BENTUK ASPIRASI MAHASISWA


“Panggung Demokrasi pada malam ini memiliki tujuan sebagai ungkapan keluh kesah yang belum dapat tersampaikan, oleh teman-teman mahasiswa” Ungkap Mukmin Boli selaku koordinator acara.

Kamis, (2/05/2019) Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (KBM UST) mengadakan serangkaian acara memperingati Hari Pendidikan Nasional. Acara tersebut diantaranya aksi  dengan long march dari parkiran Abu Bakar Ali menuju 0 km Yogyakarta, ziarah ke makam Ki Hajdar Dewantara dan panggung demokrasi yang dilakukan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Panggung demokrasi dengan tema “Cipta Rasa Karsa” bertujuan sebagai ruang apresiasi mahasiswa dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional. Acara panggung demokrasi berlangsung semi formal dan dihadiri oleh mahasiswa UST, lembaga kemahasiswaan, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di UST. Acara ini diisi dengan berbagai penampil dianataranya orasi, musikalisasi puisi, drama musikal serta refleksi kondisi pendidikan Indonesia saat ini.

Panggung demokrasi  merupakan puncak dari rangkaian acara yang telah berlangsung sejak pagi, dimana gabungan dari Cipayung Plus DIY, HMI, PMI, PMKRI, GMKI, dan DEMA UIN mengadakan Napak Tilas dan Long March dilanjutkan dengan melakukan ziarah ke makam Ki Hajdar Dewantara “Panggung Demokrasi pada malam ini memiliki tujuan sebagai ungkapan keluh kesah yang belum dapat tersampaikan, oleh teman-teman mahasiswa” Ungkap Mukmin Boli selaku koordinator acara. Mukmin Boli juga mengatakan bahwa Panggung Demokrasi sangatlah penting yaitu sebagai analisis dari MMU untuk mengetahui apa yang dibutuhkan dari mahasiswa UST.

Akbar yang turut menghadiri acara Panggung Demokasi menyampaikan sarannya agar acara seperti ini lebih ditingkatkan lagi. “Sebaiknya lebih baik lagi eventnya, kalo bisa itu mengundang dosen-dosen agar lebih bagus” Pungkas mahasiswa PKK tersebut. [P]