HUT PBSI ke-33: “Semoga PBSI Menjadi Prodi yang Sangar.”



Dokumentasi: Kalyana

“Semoga PBSI menjadi prodi yang sangar, maksud saya sangar itu, mahasiswanya tidak hanya di pendidikan saja tetapi aktif juga sastranya. Jadi mereka menjamah semua.” Ungkap Afriza.

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta mengadakan acara Sarasehan Sastra. Acara tersebutmengundang sastrawan sekaligus budayawan Yogyakarta yakni Imam Budi Santoso dan Alfin Rizal penulis muda dari jurusan Seni Rupa ISIYogyakarta. Kegiatan sarasehan ini berlangsung di Pendopo Agung Tamansiswa yang dimoderatori langsung oleh Isnan Waluyo (25/5/2019).

Acara Sarasehan Sastramerupakan salah satu rangkaian acara dari HUT PBSI ke-33 yang mengangkat tema EKSPEKTASI (Ekspresi Tidak Dibatasi).Konsep tema yang di angkat meliputiajaran Ki Hajar Dewantara yakni 3N; Niteni, Nirokke, dan Nambahi dalam Megolah Kreativitas Kepenulisan Puisi.

Menurut Imam Budi Santoso mengenai esensi puisi terhadap ajaran Ki Hadjar 3N, bahwasannyakita harus membaca puisi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu dan harus bisa membaca lingkungan untuk menuangkan ide-ide.

Nambah (ilmu) ibaratnya kayak buku tapi audiovisual.” Ungkap Yusuf, alumni UST yang turut hadir di sarasehan.

Acara yang dihadiri sekitar 40 orang itu dirasa Yusuf masih kurang ramai, padahal acara terbuka untuk umum. Yusuf juga berpendapat hal ini mungkin terjadi karena kurangnya promosi. “Kalau bisa, buat promonya ditingkatkan lagi. Buat teman-teman yang pengen datang itu sebenarnya banyak, masalahnya acara-acara semacam ini kesannya jadi segmented banget. Di promosikansaja setiap jurusan. Pasti banyak kok yang datang ,” tambahnya.

Kurangnya partisipan dari mahasiswa pun disayangkan oleh Alfriza dan Maulana selaku panitia HUT PBSI ke-33, dalam acara sarasehan, sudah mengundang salah satu tokoh sastrawan dan budayawan Yogyakarta.

Pengen teman-teman PBSI itu lebih kreatif, ngadain acara kecil-kecilan seperti baca puisi terus dibedah. Kalau ada acara seperti ini harapannya teman-teman semua dari angkatan itu ikut merayakan dan berpartisipasi. Berharap lebih banyak lagi partisipan,” Ujar Maulana.

Afriza berharap agar teman-teman dari prodi PBSI kedepannya lebih sangar, Dalam artian aktif dalam hal pendidikan maupun sastra, “Semoga PBSI menjadi prodi yang sangar, maksud saya sangar itu, mahasiswanya tidak hanya di pendidikan saja tetapi aktif juga sastranya. Jadi mereka menjamah semua.” Pungkasnya.[P]