Melestarikan Kesenian Nusantara melalui HUT Sanggar Pamong

“Kesan saya buat Sangar Pamong semoga Sanggar Pamong semakin solid. Terus kita bisa semakain mengembangkan kesenian dan kebudayaan di Indonesa,”ujar Nency selaku mantan ketua Sanggar Pamong periode 2018.

           Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sangar Pamong Universitas Sarjanawiyata  Tamansiswa (UST) mengadakan pentas seni untuk memperingati hari jadinya yang kelima. Acara tersebut dilangsungkan di halaman parkir Perpustakaan UST Minggu, 14 April 2019.

           Acara ini menampilkan berbagai pentas seni dan budaya seperti Tari Bali yang dibawakan oleh anggota Sanggar Pamong. Selain dari anggota Sanggar Pamong, acara juga diisi oleh penampilan-penampilan dari komunitas dan UKM lain di UST. Para pengisi acara di antaranya Komunitas Tamkot, mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris, dan UKM Musik Dewantara.

            Acara yang bertemakan DI LI MA (Dilingkungan Bersama) ini menjadi ajang mempersatukan seluruh anggota Sangar Pamong dari angkatan pertama sampai angkatan saat ini. Seperti yang diungkapkan Heru Prabowo selaku ketua panitia, “konsep kita malam ini adalah mempersatukan seluruh anggota Sanggar Pamong dari angkatan pertama sampai dengan angkatan kelima,” ungkapnya..

           Nency dalam sambutannya menyampaikan agar Sangar Pamong semakin solid dan terus mengembangkan kesenian  Indonesia. “Kesan saya buat Sangar Pamong semoga Sanggar Pamong semakin solid. Terus kita bisa semakin mengembangkan kesenian dan kebudayaan di Indonesa,”ujar Nency selaku mantan ketua Sanggar Pamong periode 2018.

Hal serupa juga diungkapkan Anik Rusmiati yang saat ini menjabat sebagai ketua Sanggar Pamong. Anik menyampaikan supaya anggota Sanggar Pamong lebih solid dan tetap semangat dalam melestarikan kesenian daerah.“Harapan kedepannya semoga Sanggar Pamong lebih solid lagi. Tetap mengangkat kesenian daerah. Intinya jangan sampai meninggalkan azas pendiriannya, tetap membangun hubungan kekeluargaan,”ungkap Anik.

Acara ulang tahun ini dirasa masih kurang maksimal oleh salah satu peserta. Agustin Dwi Hapsari peserta yang juga anggota Sanggar Pamong mengatakan,“Menurut saya acara ini kurang maksimal,” ungkapnya. Agustin berharap Sanggar Pamong bisa mengadakan kegiatan yang besar di Taman Budaya Yogyakarta (TBY).“Harapan saya sih bisa ngadain event yang gede dengan target panggung TBY,” pungkas Agustin. [P]