IMPSM: Disintegrasi Intelektual karena Mahasiswa Lupa Peran?

Foto: IMPSM UST

Diskusi Publik bertema Refleksi Gerakan Mahasiswa dilaksanakan pada Minggu (7/4/2019) oleh Ikatan Mahasiswa Program Studi Manajemen (IMPSM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST). Kegiatan berlangsung mulai pukul 19.00 – 22.00 WIB di depan sekretariat IMPSM UST.

Diadakannya diskusi bertujuan mengajak mahasiswa melek keadaan dan sadar akan gelar mahasiswa yang diemban. “Bagaimana temen-temen sadar kembali akan apasih mahasiswa, siapa sih mahasiswa. Sehingga mereka bisa peka dan tanggap terhadap keadaan yang terjadi,” kata Azam Fajrul Faizy, Ketua IMPSM UST.

Pemantik diskusi, Maksis C Al-Khattab seorang Aktivis dan Organisatoris juga menyampaikan peran mahasiswa dalam suatu gerakan. “Gerakan mahasiswa untuk kepentingan bersama, yaitu memperjuangkan hak. Melawan sistem yang menindas atau berbentuk kebodohan,” terang pemateri, Maksis.

Selain itu, Maksis juga menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh terpaku hanya pada satu bidang ilmu pengetahuan saja. Mahasiswa harus mempelajari bidang ilmu lainnya. Barangkali masyarakat akan menanyakan obat penyakitnya pada lulusan perguruan tinggi yang dianggapnya berpengetahuan, padahal jurusannya Manajemen. “Niat kuliah itu untuk apa, begitu dapat ilmu mau dikemanakan? Maka seharusnya mahasiswa Manajemen atau mahasiswa Fisika, tidak hanya mempelajari satu bidang ilmu,” tambah Maksis.

Kegiatan yang merupakan salah satu program kerja Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) IMPSM juga sebagai wadah mengutarakan aspirasi dan mengolah intelektual. “Adanya diskusi, mahasiswa dapat langsung menyalurkan aspirasinya. Diskusi juga media bertukar pikiran untuk mengembangkan pola pikir kita yang kurang aktif dan kurang bermasyarakat,” ungkap Ahmad Munif, Koordinator PSDM.

Pentingnya diskusi bagi olah rasa dan karsa untuk gerakan mahasiswa tidak lain haruslah dimulai dari tekad masing-masing individu untuk turut serta kritis dan menyambut hangat adanya diskusi. “Ada kata-kata mengatakan bahwasanya, ’jika kita ingin melakukan perubahan, maka mulailah dari kita sendiri.’ Semoga kedepannya temen-temen yang telah hadir bisa mengajak temannya di diskusi selanjutnya dan terbuka nalar-nalar kritisnya,” tutup Azam, ketua IMPSM[P].