Seminar Regional: Dewantara Muda di Industri 4.0

(Sabtu ,09/03/2019), Ikatan Mahasiswa Program Studi Manajemen (IMPSM) Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) menyelenggarakan Seminar Regional dengan tema “Tantangan dan Peluang Dewantara Muda di Industri 4.0”. Seminar ini secara resmi dibuka oleh Jajuk Herawati selaku Kepala Program Studi (Kaprodi) Manajemen Fakultas Ekonomi, serta menghadirkan pemateri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan oleh Rendro Prasetyo, S.T.,M.Eng dan Teresa Laura Kristi, S.Psi. HRD Supervisior PT. Ceoneto-Kalbe.
Azam Fajrul Faizy selaku ketua IMPSM, saat membuka seminar mengungkapkan bahwa seminar dengan tema Tantangan dan Peluang Dewantara Muda di Industri 4.0, merupakan upaya menyadarkan mahasiswa akan fungsi dan pemanfaatan teknologi sebagai peluang yang memiliki muatan positif di bidang ekonomi dan bisnis. “Melihat sekarang banyak orang dan mahasiswa terhipnotis di era ini dengan adanya gadget dan teknologi yang canggih. Misal, banyak mahasiswa main game lupa waktu. Padahal mahasiswa sejatinya bukan seperti itu, tapi mahasiswa dapat membaca buku dan berdiskusi,” tambahnya.

Jajuk Herawati dalam sambutannya mengungkapkan ikut merasa bangga terhadap nai(IMPSM) Fakultas Ekonomi UST Periode 2019/2020. “Kepengurusan baru dalam menyelenggarkan acara dan untuk pertama kalinya yaitu mengadakan Seminar Regional dengan sangat baik,” ujarya.
Teresa Laura Kristi, S.Psi. HRD Supervisior PT. Ceoneto-Kalbe dalam makalahnya menjelaskan perkembanagn teknologi canggih di era 4.0. Informasi mengenai Artificial Intelelligence sebagai bidang ilmu pada penciptakan mesin cerdas, bekerja, dan bereaksi. “Seperti manusia dan juga saya, mengutip dari buku Hery Sumardi yang mengatakan bahwa Internet Of Things (IoT). Kita harus lebih pintar dalam inovasi perangkat keras dan perangkat lunak agar mendapatkan maanfaaat tertinggi dari IoT yang sedang berkembang,” jelasnya.
Herni Rahmawati salah satu peserta seminar mengungkapkan bahwa dengan mempelajari industri 4.0 seluruh peserta seminar dapat mengetahui, mempelajari, dan menyikapi mengenai industri 4.0. Upaya mengembalikan fungsi kecanggihan teknologi pada penggunaannya ini dihadiri 146 mahasiswa. ”Persiapan seminar sudah selama beberapa minggu yang lalu. Semoga mahasiswa-mahasiwi lain lebih sering mengikuti seminar agar dapat menambah ilmu mengenai industri 4.0 dan dapat menambah teman dan chanel yang mengerti dibidang itu,” pungkas Azam.[P]

seminarrsss