Seminar Pendidikan oleh IMPS Manajemen

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

(Sabtu, 5/05/2018), Ikatan Mahasiswa Program Studi Manajemen (IMPSM) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) menyelenggarakan seminar pendidikan dengan tema ‘Relevansi Ajaran Ki Hadjar Dewantara dan Pendidikan Zaman Now. Seminar pendidikan ini secara resmi dibuka oleh Yuyun Yulia selaku Warek IV UST, dan menghadirkan pemateri dari Majelis Luhur Tamansiswa seperti Ki Priyo Dwiarso dan Ben Senang Galus, S.H dari Dinas Dikpora DIY. “Acara ini merupakan program kerja dari Divisi internal IMPSM.” Jelas Ignasius Rezaldi Ngamal salah satu anggota IMPSM .

Mario selaku ketua IMPSM dalam sambutannya saat membuka acara seminar, mengungkapkan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional ini merupakan salah satu wadah untuk membuka ruang dialektika agar menjadi tempat belajar mahasiswa. “Pendidikan hari ini sebagian berjalan kurang lebih hanya mementingkan skill dengan tidak memperhatikan hal bermitra dan bergotong royong. Oleh karena itu kami membuka ruang untuk membuka inovasi.” Tambah Mario.

Jajuk Herawati selaku Kepala Progran Studi Manajemen dalam sambutannya juga menjelaskan ikhwal ajaran Ki Hadjar Dewantara yan terkenal dengan 3N yakni Ngerti (tahu), Ngroso (merasa), Nglakoni (melakukan). Sistem pendidikan terbaik di dunia seperti  Finlandia yang mengadopsi ajaran Ki Hadjar Dewantar pun menjadi topik yang disinggung beliau. Begitupun dengan Dekan Fakultas Ekonomi UST Suyanto, S.E, M.Si dalam sambutannya kembali menambahkan ajaran Ki Hadjar Dewantara tentang Niteni (mengingat), Niroke (menirukan), Nambani (menambahkan) dalam kontekstualitas pendidikan sekarang.

Ki Priyo selaku Pemateri I memaparkan mengenai sejarah Tamansiswa secara umum. Bahwasannya pendidikan tamansiswa tidak lepas dari kodrat alam dalam memajukan mutu pendidikan di Indonesia. “Ajaran Ki Hadjar Dewantara menyejarah, serta pendidikan yang dimaksud Ki Hadjr Dewantara adalah pendidikan yang memanusiakan manusia.” Jelas Ki Ben Senang Galus selaku Pemateri II.

Persiapan yang matang dari panitia, berhasil menghadirkan kurang lebih 83 peserta. “Persiapan acara seminar ini selama satu bulan dan untuk persiapannya sudah terstruktur, hanya saja kendala pas hari karena keterlambatan dimulainya acara tersebut .” Ungkap Muhammad Fahmi Syaefudin selaku Ketua Panitia. Nasrul Basri salah satu peserta seminar mengungkapkan bahwa dengan adanya kegiatan seminar ini dapat memperlengkap sejarah Ki Hadjar Dewantara dengan menghadirkan orang–orang yang paham sejarah Ki Hadjar Dewantara dan Ketamansiswaan.[P]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *