Susi dan Deret Prestasi yang Membanggakan

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

”Futsal itu sudah menjadi hobi, biasanya latihan seminggu tiga kali. Kalau sering keluar kota, saya harus rajin-rajin kuliah dan mengerjakan tugas dengan baik. Kebetulan dari pihak keluarga juga mendukung,” ungkapnya.

Wahyu Trisusilowati, lahir di Bantul, 3 Oktober 1998. Gadis yang akrab disapa Susi ini merupakan anak perempuan satu-satunya dari tiga bersaudara ̶ anak bungsu dari pasangan Adi Suprapto dan Suginem.

Gadis berkulit sawo matang ini memulai pendidikan di SDN Ngablak, kemudian melanjutkan ke SMP N 3 Banguntapan, dan dengan semangat yang positif ̶ Susi melanjutkan pendidikannya di SMK N 7 Yogyakarta. Detik ini, Susi sedang menempuh pendidikan strata satu (sarjana) di dua universitas sekaligus, yakni di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) mengambil jurusan Akuntansi, dan di Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) mengambil jurusan Matematika.

Kecintaan terhadap dunia sepak bola membawanya ke dunia yang dianggap ‘tabu’ bagi perempuan pada umumnya. Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Susi mulai menggeluti hobinya bermain futsal. “Awalnya saya masuk futsal karena suka dengan sepak bola dan kakak tingkat iseng-iseng ngajak saya gabung ke futsal. Pada akhirnya, saya mengembangkan bakat mulai dari bangku SMK,” ujarnya dengan antusias.

Terdaftar sebagai mahasiswa di dua universitas sekaligus dan tergabung dalam klub futsal, menjadi tantangan tersendiri bagi gadis asli Yogyakarta ini. Bagaimanapun keadaanya, Ia harus mampu membagi waktu antara kuliah, berlatih, dan bertanding. ”Futsal itu sudah menjadi hobi, biasanya latihan seminggu tiga kali. Kalau sering keluar kota, saya harus rajin-rajin kuliah dan mengerjakan tugas dengan baik. Kebetulan dari pihak keluarga juga mendukung,” jelas gadis yang gemar makan cokelat dan steak.

Susi telah mengikuti banyak turnamen futsal serta meraih banyak prestasi. Adapun prestasi yang telah diraihnya ̶ mulai tahun 2015 dan 2016: juara dua Liga Futsal Nusantara DIY, tahun 2017 juara dua di Menpora Jakarta, dan masih di tahun yang sama ̶ meraih juara satu, bersamaan dengan masuk ke final pada Liga Nusantara. Selain itu, masih banyak prestasi lain yang telah diraih dalam turnamen-turnamen kecil sebelumnya.

Bagi Susi, membahagiakan kedua orangtua menjadi salah satu motivasi yang kuat dalam dirinya. “Yang jadi motivasi saya, yang pasti membuat orang tua bangga, saya juga bercita-cita semoga dapat bergabung dalam TIMNAS, meski saya tahu prosesnya pasti panjang” pungkas gadis peggemar David Maulana tersebut. [P]


Penulis : Wira Helmina
Penyunting : Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *