Mengenakan Batik, Tidak Hanya Dihari Batik

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Senin, (02/10) para mahasiswa, dosen dan karyawan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) nampak berbeda dengan hari-hari biasanya. Hampir seluruh warga kampus UST tampak seragam mengenakan pakaian batik –meski berbeda motif.

Hal tersebut dilakukan guna memperingati Hari Batik Nasional, “untuk memperingati Hari Batik Nasional, jadi hari ini pakai batik.” ungkap mahasiswa Program Studi (prodi) Pendidikan Seni Rupa, bernama Marcho Ari Fauzi. Ia juga menambahkan, “kesadaran menanggapi Hari Batik Nasional seharusnya sudah tertanam di diri masing-masing tanpa harus diingatkan.” tuturnya menanggapi adanya pesan singkat yang beredar sehari sebelum Hari Batik Nasional.

Hal serupa pun dinyatakan pula oleh mahasiswa lain, “memperingati gak harus dengan ceremony. Wong gak disuruh juga sudah pakai batik.” ungkap Galih, mahasiswa Program Studi Manajemen. Ia juga menambahkan, “mengingatkan itu penting tapi memaksa juga tidak dianjurkan.” tuturnya menanggapi pesan singkat agar mahasiswa UST pada hari itu dianjurkan untuk mengenakan pakaian batik.

Galih juga menuturkan bahwa bagi internal UST dapat memberi contoh dengan memakai batik di hari tertentu, “harapan ke depannya untuk UST ya, mengedepankan produk lokal seperti batik. Bagi internal UST seharusnya memberi contoh dengan memakai batik di tiap hari tertentu.” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Marcho juga menuturkan harapannya. “Harapan ke depannya untuk Indonesia, seluruh masyarakat Indonesia harus mengenal dan mengetahui bahwa batik adalah warisan dari Indonesia. Maka harus dilestarikan, mulai dikanlkan dari awal pertumbuhan generasi penerus bangsa. Jika untuk UST, seharusnya lebih dipertegas untuk menghargai batik. Mungkin dengan jadwal mengenakan batik satu kali dalam satu minggu.” ungkapnya.[P]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *