Press Release: Kronologis Pembekuan Lembaga Pers Mahasiswa Pendapa Tamansiswa

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Salam Pers Mahasiswa!

            Nampaknya hingga detik ini, penguasa (dalam hal ini adalah birokrasi kampus) tak jengah-jengahnya berusaha membungkam sikap kritis media kampus. Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) atau yang sering dikenal dengan Pers Mahasiswa (Persma) tak henti mendapatkan intimidasi, intervensi, bahkan pembredelan oleh birokrasi kampus yang ketakutan ketika pemberitaan terbitan Persma akan membentuk kesadaran kolektif dan menggoyahkan kursi kepemimpinan mereka di lingkup birokrasi kampus.

            Dilantik sejak Senin (7/03/2016), Pengurus LPM Pendapa Tamansiswa periode 2016-2017 yang dipimpin oleh Peka Tariska telah menyiapkan beberapa program kerja. Tentu program kerja yang sangat pokok adalah menerbitkan beberapa produk, baik produk media cetak yaitu buku, majalah, dan buletin maupun media online di lpmpendapa.com. Berdasarkan keputusan pengurus, semua program kerja LPM Pendapa Tamansiswa ditargetkan berakhir pada Februari 2017.

***

Senin, (07/03/2016), Peka mengajukan surat permohonan Surat Keputusan (SK) kepengurusan LPM Pendapa Tamansiswa periode 2016-2017 kepada Rektor Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, (UST) namun hingga sebulan lamanya permohonan tersebut tidak mendapat respon.

***

            Selasa, (05/04/2016), Wakil Pemimpin Umum LPM Pendapa Tamansiswa Muhammad Aziz Muttaqqin dan Sekretaris Umum LPM Pendapa Tamansiswa Lucya Friska mendatangi Ki Marji selaku Kepala Bagian (Kebag) Kemahasiswaan UST guna mengajukan proposal permohonan dana kemahasiswaan yang sebelumnya sudah ditetapkan pada Rapat Perencanaan Dana Kemahasiswaan bersama Ki Hadi Pangestu (alm) selaku Wakil Rektor III UST di ruang Ki Hadjar Dewantara kampus pusat UST, Pendapa memperoleh dana sebesar Rp 23,850 juta dari Rp 300 juta dana kemahasiswaan yang dialokasikan kepada lembaga kemahasiswaan dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UST. Namun, Ki Marji menolak menerima proposal permohonan dana tersebut dan mengalihkannya kepada Ki Hadi (alm). Bersamaan dengan itu, Ki Hadi (alm) menghampiri Aziz dan Lucy, mengatakan bahwa dana kemahasiswaan LPM Pendapa Tamansiswa hanya bisa diberikan jika pengurus membuat Pakta Integritas. Ki Hadi menambahkan, surat permohonan SK kepengurusan LPM Pendapa Tamansiswa sengaja ditahan dan SK kepengurusan LPM Pendapa Tamansiswa hanya akan diturunkan oleh Rektor jika pengurus LPM Pendapa Tamansiswa membuat Pakta Integritas tersebut.

***

            Rabu, (13/04/2016), pengurus LPM Pendapa Tamansiswa mengadakan rapat umum untuk menentukan sikap atas permintaan birokrasi bahwa Pendapa LPM Pendapa Tamansiswa disyarakatkan membuat Pakta Integritas untuk mendapatkan SK kepengurusan dan dana kemahasiswaan. Sebelum menghasilkan keputusan, pengurus LPM Pendapa Tamansiswa berencana untuk menemui Ki Hadi (alm) menanyakan lebih dalam terkait permintaan pembuatan Pakta Integritas, seperti: apa dampak yang akan diterima LPM Pendapa Tamansiswa jika menolak membuat Pakta Integritas. Namun, LPM Pendapa Tamansiswa mendapat kabar bahwa Ki Hadi (alm) sedang opname.

***

Senin malam, (18/04/2016), pengurus LPM Pendapa Tamansiswa yang diwakili oleh Peka, Arif, dan Mat’drai menemui Ki Pardimin untuk meminta solusi lain agar SK kepengurusan dan dana kemahasiswaan LPM Pendapa Tamansiswa dapat diturunkan tanpa membuat Pakta Integritas. Akan tetapi, Ki Pardimin justru mengatakan tidak tahu terkait Pakta Integritas yang disyaratkan oleh Ki Hadi (alm), dan menyarankan pengurus LPM Pendapa Tamansiswa untuk menyelesaikannya dengan Ki Hadi (alm). Melihat sikap birokrasi yang seperti sengaja menggantung LPM Pendapa Tamansiswa, pengurus memutuskan untuk menolak membuat Pakta Integritas dengan mengajukan SK Pernyataan Sikap.

***

            Selasa, (10/05/2016), Peka menyerahkan SK Pernyataan Sikap menolak membuat Pakta Integritas kepada rektorat UST dan ditembuskan kepada Yayasan Sarjanawiyata Tamansiswa, Pejabat Struktural UST, Lembaga dan UKM di UST, Pers Mahasiswa seluruh Indonesia, dan Alumni UST. Namun, tidak juga mendapatkan respon dari rektorat UST.

***

            Sabtu, (14/05/2016), LPM Pendapa Tamansiswa kembali mengajukan surat, yang berisi permohonan audiensi dengan Rektor UST, akan tetapi pihak rektorat UST menolak permohonan tersebut.

***

            Senin, (16/05/2016), Peka dan Aziz menemui Ki Marji, masih dalam upaya untuk mencari solusi lain agar SK kepengurusan dan dana kemahasiswaan LPM Pendapa Tamansiswa dapat diturunkan tanpa membuat Pakta Integritas. Ki Marji menegaskan bahwa permasalahan tersebut sudah diserahkan sepenuhnya kepada Ki Hadi (alm). Ki Marji hanya ditugaskan untuk menyampaikan pesan dari rektorat UST bahwa LPM Pendapa Tamansiswa tidak bisa mendapatkan SK Kepengurusan dan dana kemahasiswaan. Kemudian, Peka dan Aziz menanyakan seperti apa isi Pakta Integritas yang rektorat UST inginkan untuk dibuat oleh Pendapa, Ki Marji mengungkapkan akan melakukan pembicaraan terlebih dahulu dengan rektorat UST.

***

            Rabu siang, (18/05/2016), melalui pesan singkat Ki Marji meminta Aziz untuk mengambil Pakta Integritas yang dikonsepkan oleh rektorat UST. Ki Marji mengungkapkan LPM Pendapa Tamansiswa tidak perlu membuat Pakta Integritas, namun LPM Pendapa Tamansiswa hanya perlu menandatangani Pakta Integritas yang dikonsepkan rektorat UST jika menginginkan SK Kepengurusan dan dana kemahasiswaan diturunkan oleh Rektor UST.

            Rabu malam, (18/05/2016), pengurus LPM Pendapa Tamansiswa melaksanakan rapat meninjau isi Pakta Integritas yang dikonsepkan oleh rektorat UST untuk ditandatangani oleh LPM Pendapa Tamansiswa. Pada rapat tersebut pengurus LPM Pendapa Tamansiswa memutuskan menolak menandatangani Pakta Integritas tersebut dan akan menemui Ki Hadi (alm) untuk menyampaikan penolakan dan melakukan negosiasi agar SK Kepengurusan dan dana kemahasiswaan LPM Pendapa Tamansiswa bisa diturunkan tanpa menandatangani Pakta Integritas, dengan alasan bahwa isi dari Pakta Integritas yang dikonsepkan oleh rektorat UST adalah bentuk dari pembungkaman kebebasan berekspresi dan keterbukaan informasi. Pengurus LPM Pendapa Tamansiswa juga memandang bahwa Pakta Integritas yang dikonsepkan oleh rektorat UST adalah usaha untuk melindungi kesalahan-kesalahannya agar tertutupi dari mahasiswa UST.

***

            Selasa, (31/05/2016), melalui pesan singkat Lucya meminta Ki Hadi (alm) untuk bertemu. Namun, Ki Hadi (alm) belum bisa ditemui karena sedang opname. Melalui pesan singkat tersebut Ki Hadi (alm) mengatakan bahwa ia bersama dengan Ki Pardimin telah menyepakati jika SK kepengurusan dan dana kemahasiswaan LPM Pendapa Tamansiswa tidak akan diturunkan karena pengurus LPM Pendapa Tamansiswa menolak menandatangani Pakta Integritas.

***

            Rabu, (01/06/2016), karena Ki Hadi (alm) tidak bisa ditemui, Peka menghubungi Ki Pardimin melalui pesan singkat untuk memohon diadakannya pertemuan menindaklanjuti SK kepengurusan dan dana kemahasiswaan LPM Pendapa Tamansiswa. Namun, Ki Pardimin mengatakan bahwa pengurus LPM Pendapa Tamansiswa harus menemui Ki Hadi (alm) terlebih dahulu.

***

            Sabtu, (04/06/2016), Sri Utami selaku Bendahara Umum LPM Pendapa Tamansiswa menghubungi Ki Hadi (alm) melalui pesan singkat untuk menanyakan mengenai kesehatannya dan kapan berkenan untuk ditemui oleh pengurus LPM Pendapa Tamansiswa. Ki Hadi (alm) tidak berkenan bertemu pengurus LPM Pendapa Tamansiswa dan menyatakan bahwa SK kepengurusan dan dana kemahasiswaan LPM Pendapa Tamansiswa tetap tidak akan diturunkan.

***

            Selasa, (26/07/2016), Ki Pardimin melantik Ki Widodo Budi sebagai Wakil Rektor III UST menggantikan Ki Hadi (alm). Dengan kata lain, permasalahan tidak diturunkannya SK kepengurusan dan dana kemahasiswaan LPM Pendapa Tamansiswa dialihkan kepada Ki Widodo.

***

            Kamis, (15/09/2016), Peka menghubungi Ki Widodo melalui pesan singkat untuk meminta bertemu, namun Ki Widodo menolak ditemui oleh LPM Pendapa Tamansiswa dengan alasan sibuk mengurus kegiatan Gabyar Budaya, Jalan Sehat, Seminar Nasional, dan Wayangan dalam rangka Dies Natalis UST.

***

            Senin, (26/09/2016), Gita Anisa selaku Pemimpin Redaksi LPM Pendapa Tamansiswa menemui Ki Widodo di ruang dosen Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UST. Gita bersama Tim Redaksi LPM Pendapa Tamansiswa melakukan wawancara untuk menerbitkan Buletin Pendapa News Edisi Khusus mengenai posisi LPM Pendapa Tamansiswa mengingat tidak diturunkannya SK kepengurusan dan dana kemahasiswaan oleh Rektor UST. Ki Widodo mengungkapkan LPM Pendapa Tamansiswa adalah UKM di UST, namun LPM Pendapa Tamansiswa dianggap gantung karena pengurus LPM Pendapa Tamansiswa tidak mempunyai SK Kepengurusan.

***

            Rabu, (19/10/2016), Aziz mendapatkan informasi dari salah seorang dosen Program Studi Seni Rupa UST bahwa dalam rapat pimpinan UST, Ki Pardimin mengungkapkan LPM Pendapa Tamansiswa sudah dibekukan olehnya.

***

            Rabu, (26/10/2016), LPM Pendapa Tamansiswa menerbitkan Buletin Pendapa News Edisi Khusus berjudul Awas! Ada Pembungkman dengan oplah sebanyak 482 eksemplar, dan kemudian disebarluaskan ke seluruh civitas akademika UST. Penerbitan tersebut didanai oleh pengurus Pendapa.

***

            Jumat, (11/11/2016), Aziz menerima informasi dari informan bahwa kantor redaksi LPM Pendapa Tamansiswa akan segera dikosongkan oleh rektorat UST. Di waktu yang sama, Peka mendapatkan informasi dari salah satu anggota UKM Taekwondo UST bahwa LPM Pendapa Tamansiswa tidak masuk dalam daftar UKM UST, hal tersebut dubuktikan dengan surat pelarangan jam malam yang diberikan oleh Ki Widodo melalui Keluarga Besar Mahasiswa Majelis Mahasiswa Universitas (KBM-MMU) UST yang menunjukan LPM Pendapa Tamansiswa tidak tercantum didalam daftar UKM UST yang menerima surat tersebut lantaran LPM Pendapa Tamansiswa dianggap sudah beku.

***

            Senin Pagi, (14/11/2016), pengurus LPM Pendapa Tamansiswa menemui Ki Widodo di ruang dosen MIPA UST untuk mengklarifikasi terkait pembekuan LPM Pendapa Tamansiswa. Ki Widodo membenarkan bahwa LPM Pendapa Tamansiswa sudah dibekukan oleh Rektor dan kantor redaksi LPM Pendapa Tamansiswa akan dikosongkan. Sedangkan, LPM Pendapa Tamansiswa belum menerima SK pembekuan dari Rektor dan/atau surat yang menyatakan kantor redaksi LPM Pendapa Tamansiswa akan dikosongkan. Ki Widodo mengatakan akan segera menyampaikan kepada Ki Pardimin untuk menurunkan SK pembekuan kepada LPM Pendapa Tamansiswa dalam waktu satu minggu.

            Senin Malam, (14/11/2016), pengurus LPM Pendapa Tamansiswa mengadakan rapat menentukan langkah-langkah untuk advokasi permasalahan pembekuan LPM Pendapa Tamansiswa ke media umum maupun media mahasiswa di seluruh Indonesia sebelum SK pembekuan LPM Pendapa Tamansiswa diturunkan oleh Rektor UST, dengan harapan LPM Pendapa Tamansiswa bisa tetap menjalankan roda organisasinya tanpa ada intervensi melalui Pakta Integritas. Dengan kata lain, Lembaga Pers Mahasiswa Pendapa Tamansiswa akan tetap memperjuangkan fungsi pentingnya sebagai pemberi informasi bagi seluruh civitas akademika UST, dan fungsi kontrolnya terhadap birokrasi UST.

***

            Pada akhirnya untuk saat ini, (1) Surat Keputusan Kepengurusan LPM Pendapa Tamansiswa periode 2016-2017 tidak diturunkan oleh rektorat UST, (2) aliran pendanaan kemahasiswaan LPM Pendapa Tamansiswa tidak bisa dicairkan, dengan demikian (3) secara substansi Lembaga Pers Mahasiswa Pendapa Tamansiswa dibekukan oleh rektorat UST, dan (4) kantor redaksi LPM Pendapa Tamansiswa yang beralamat di Jalan Batikan nomor 02, Kompleks Perpustakaan Pusat UST akan dikosongkan oleh rektorat UST.

            Kami atas nama pengurus LPM Pendapa Tamansiswa periode 2016-2017 meminta maaf kepada seluruh alumni, keluarga besar, serta pembaca setia. Karena Intimidasi yang tak henti-henti dilakukan oleh rektorat UST kepada pengurus LPM Pendapa Tamansiswa hingga pembekuan organisasi LPM Pendapa Tamansiswa ini, visi yang dicita-citakan LPM Pendapa Tamansiswa menjadi terhambat.

Sekian,

Salam Pers!

 

1. Naskah Pakta Integritas yang dikonsepkan kampus untuk ditandatangani oleh LPM Pendapa. Dok.Pendapa
2. Surat Keputusan tentang pernyataan sikap LPM Pendapa menolak menandatangani Pakta Integritas. Dok.Pendapa

2 tanggapan untuk “Press Release: Kronologis Pembekuan Lembaga Pers Mahasiswa Pendapa Tamansiswa

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *