Teruntuk Ba Pa

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Pak, bungaku baru akan tumbuh

Aku baru menanamnya

Belum sempat ia tumbuh dan mekar

Sudah kau pangkas dan babat hingga akar

 

Pak, bungaku tak banyak

Hanya beberapa macam dari sekian banyak jenis bunga

Mengapa tak kau biarkan ia tumbuh?

Mengapa?

 

Pak, tahukah kau!

Bungaku itu bunga pilihan

Susah payah aku mencari bibitnya

Dan setelah kudapati

Kau bunuh dengan paksa

 

Pak, aku hanya mengambil lapakmu ¾ meter saja

Aku tak merenggut habis lapakmu

Tak adakah tempat untuk bungaku?

 

Pak, aku tahu kau yang memegang kuasa

Namun, aku juga punya hak

Akulah nantinya yang akan mengisi lahanmu

Mengapa tak kau beri aku ruang?

Walau hanya untuk sekelumit bibit bunga

 

Yogyakarta, 12 November 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *