Jiwa Yang Merdeka

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Salam dan bahagia kusanjungkan kepada jiwa-jiwa yang merdeka. Jiwa yang lepas tuntas dari frasa liukan paksa, jiwa yang lepas dari keterinjakan juga keterbungkaman. Kepada mereka yang mengagungkan arti kebenaran, teruslah berkibar dengan keyakinan yang tak akan pernah padam. Tetaplah berdiri di atas kaki sendiri, pastikan Tuhan kan mengerti tentang riwayat juang hidupmu sendiri. Terus menari dengan damai bebas merdekanya jiwa, biarkan mereka yang menindas sesegera mungkin membuka mata.

Usapan batin yang mengetuk, menyadarkan hidup akan makna kedamaian yang sesungguhnya, makna merdeka yang sejatinya wajib dipunyai oleh setiap nyawa yang berada. Selamat lahirnya, hingga dipenutup masa hidupnya. Kita yang sedang mencari sejatinya diri, menelusuri sepanjangan teori yang mengarahkan kita tuk memastikannya sekali lagi. Hidup dengan keselamatan, hidup didampingi ratusan keping kebahagiaan. Itu yang tersembunyi, tertutup di antara teka-teki. Karena sampai detik ini, masih ada saja penduduk bumi yang ingin meraja sendiri.

Hak memerdekakan diri tentukan jadi milik yang abadi, tanpa ada satupun mahluk yang berani untuk membatasi. Kita tancapkan deretan mimpi itu di langit, biar Tuhan membaca dan menilai kita sesukanya. Hanya dengan begitu, baru kan kita tahu siapa yang paling berkuasa. Terbesit harapan yang kudoakan lekas terkabulkan, biar mereka yang menindas lekas tergilas. Hingga jiwa-jiwa yang merdeka kian menjamur melumuri dunia, secepatnya.

Yogyakarta, 5 September 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *