Sebuah Catatan Kecil Untuk Mahasiswa Baru

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Seperti seorang jurnalis pada umumnya, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pendapa Tamansiswa mempunyai “roh” sebagai pemberi informasi dalam bentuk berita bedasarkan hasil dari peliputan. Kemudian, menyajikannya dalam bentuk produk, baik media cetak (Majalah dan Buletin) maupun media online (lpmpemdapa.com). Hingga, tak heran jika kehadiran pers umum dan pers mahasiswa dianggap sebagai sebuah cahaya yang menyinari bumi, selain matahari.
Sebagai LPM, Pendapa mencoba menjadi cahaya. Cahaya yang senantiasa memberi pencerahan dan bergerak ‘membangun kesadaran kolektif’ ke arah yang positif, baik untuk kemajuan bangsa secara umum dan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) secara khusus.
Hadirnya LPM Pendapa Tamansiswa dengan berita-beritanya, tentu tidak pernah luput dari dorongan mahasiswa UST. Dorongan tersebut berupa kritikan dan saran yang menuntut kami untuk selalu kritis membaca situasi sosial dan akademik dilingkup UST. Dan tidak jarang kami (anggota Pendapa) merasa risih jika produk kami tak menyentuh langsung persoalan mahasiswa.
Hambatan selama proses peliputan adalah hal yang biasa bagi kami. Teguran mengenai tulisan-tulisan kami yang kurang menyenangkan dihati pembaca tak jarang kami terima, hingga sempat nasib Pendapa sebagai pers mahasiswa diambang ancaman pembredelan. Tapi sekali lagi kami tegaskan, pers mahasiswa adalah pers yang mengedepankan kebenaran.

Sebuah catatan kecil dari salah seorang pendiri, Tri Suparyanto; Majalah Pendapa didirikan agar bisa menjadi tempat bagi siapa saja untuk saling bertegur sapa, saling mendialogkan masalah yang dihadapi mahasiswa, masyarakat, rakyat, dan bangsa serta negara.
Tempat untuk saling sharing dan menemukan jalan terbaik untuk rakyat, bangsa dan negara.
Tempat membincangkan tentang perbedaan paham dan ideologi, baik itu kiri, kanan, jalan lurus, islam, dan lain sebagainya.
Ihwal sharing dan dialog tersebut hingga kini dan nanti tidak akan pernah selesai, oleh karenanya setiap zaman membawa tantangan tersendiri, sehingga dibutuhkan daya hidup dan daya juang bagi mereka yang tinggal di “pendapa” itu.
Membaca, membaca, dan membaca lalu mencoba menulis sesuatu untuk diwacanakan adalah bagian penting dalam memberdayakan kekuatan intelektual.
Inilah sejatinya pilar-pilar kokoh yang akan menyangga kekuatan sebuah “pendapa”.

Kami ucapkan selamat datang kepada Mahasiswa Baru Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Tahun akademik 2016/2017. Silahkan bergabung dengan kami.
Salam Pers!

Satu tanggapan untuk “Sebuah Catatan Kecil Untuk Mahasiswa Baru

  • 11 Maret 2017 pada 22:22
    Permalink

    (lpmpemdapa.com) mungkin redaksinya salah ketik

    Dan tidak jarang kami (anggota Pendapa) merasa risih jika produk kami tak menyentuh langsung persoalan mahasiswa. — apakah layak dan di awal kalimat?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *