Di Tanah Sendiri

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Di tanah sendiri

Sering kudianggap mati

Dipandang tak juga indah

Bak tumpukkan sampah

daun kering tak berguna..

Mata mereka mengira

Hanya rendah yang patut kudamba

Lantaran yang tuaku tak berada

Tak ada langit, tak ada lagi pantas di mimpi..

Celoteh pedas terdengar panas

Telinga dan hati runyam berduri

Kusam, menyimpan segala kesakitan..

Aku,

tak ubahnya pungut yang terbuang

Tak bertempat, tak dianggap..

Di tanah sendiri

Berulang kali ku dicaci maki..

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *