Suara Sang Bisu

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Sampai mulutmu kan berbusa
Dan kau berkeringatkan lumuran darah
Tidaklah mudah sang jalang kau tundukkan dengan paksa
Tuhan punya tangan, untuk menampar kau para pendosa
Bukan maut layak untuk ditawar
Tidaklah sepatutnya kau gandrung akan yang mungkar
Seharusnya kau yang meneriakkan jerit mereka yang tersiksa
Pura kau saja, sudikah berbaik budinya kau penyandang mahkota
Mereka yang terseok kesakitan jalan mengangkang
Ditusuk paku, luka badan luka pula perasaan
Tanpa perhatian, diacuhkan dengan kejam tak ubahnya sampah-sampah jalanan
Ohh.. mana bunda mana papa
Masihkah ada penghuni bumi yang baik budi, baik lakunya
Bukan seperti mereka, yang datang hanya mencipta mala petaka

Yogyakarta, 14 Juni 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *