Halusinasi Lorong Pojok

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Bernama bangunan pojok dengan setiap makna tersudut, menamakan daerah yang selalu tersudutkan membangkitkan setiap nyawa kematian. Maafkan aku karena telah kembali dalam kesesatan namun aku akan lagi kembali dengan senyumku. Seumpama matahari kamilah yang tak kau hendaki besinar percayalah redup. Dalam tragedi halusinasi dalam riwayat pencarian tokoh mati, serta dalam penerbitan segala bentuk cacian terbatasi. Dimanufer pihak birokrasi guna menutupi diri dari caci maki dan menghianatan berujung nyawa. Mempropagandakan peristiwa menjadi rongga rongga berita yang mampu menciptakan jalan boikot.

Lorong pojok sebagai anjing penjaga para tiran, sebagai penjaga ribuan mayat terkubur batin yang tertidur dengan nafas melayang. Jalan sepakat sebagai ujung dari segala berdebatan. Kamilah lorong pojok, yang siap dikubur hidup-hidup untuk menemukan kebenaran. Kebenaran yang dianggap kesalahan, kebenaran yang muncul dari kemunafikan dan kebenaran yang hidup. Maka jangan sekalipun ijinkan aku menyepakati tragedi pembangkangan para tiran, jangan biarkan aku membela orang-orang munafik.

Lentera sebentar lagi akan tenggelam, bunga bunga sudah jatuh berguguran menyelimuti dosa. Menyebari setiap lautan, menjatuhkan tingginya langit dan membuat cacing mengapung ke udara bukanlah hal yang sulit untuk lorong pojok. Mengimani setiap ajaran dari para leluhur, bukan malah membantai badan luhur. Berikan jalan keluar bagi kami yang telah berfikir untuk memudarkan suara.

Saya berpesan kepada Tuhan untuk tetap menegakan kebenaran. Suarakan keluarkan dari jiwa dan nurani yang paling dalam, mampu meneropong jalanya birokrasi yang tidak sepantasnya ia jalankan. Lantas kalau bukan lorong pojok yang pantas berbicara kebenaran itu siapa. Halusinasi lorong pojok akan menjadi suatu tragedi asa dengan ribuan dosan terkubur dalam penat jiwa dan raga.

Tuhan telah menitipkan tanganya melalui pena dari para manusia yang berdikari di Lorong Pojok.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *