Lorong Sunyi

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Seiring dengan bergulirnya waktu

Satu per satu, runtuh semua atap ruangku

Sudut demi sudut mendadak menjadi gelap

Cerita misteri, seperti berpulang menampakkan diri..

 

Lorong yang dulu sering aku lewati

Kini menjadi sepi, sunyi, seperti tak lagi berpenghuni

Bahkan sering kali kujumpai

Lumut-lumut tua hinggap di sepanjang dinding

Mereka tinggal seperti mahluk tanpa dosa

Tanpa salah, juga tak mengenal neraka..

 

Aku tak enak hati untuk menegur

Empatiku terlalu tinggi jika harus melihat mereka gugur

Makanya aku lebih sering berdiam diri

Statis, tak melakukan apapun sepanjang hari..

 

Setiap lelapku, tak jarang ku dihantui mimpi buruk

Penduduk neraka, seperti menyerangku bergantian

Menyiramku dengan air yang mendidih

Menghanguskanku, dengan api yang tak berparih..

 

Kadang hatiku sempat terenyuh

Jika mengingat kenyataan yang sedang terjadi

Lorong sunyi yang kutemui

Seperti dunia tak bertuhankan lagi

Semua mengalir semaunya, seperti air, seperti angin

Seperti pertanda hilangnya kehidupan di muka bumi..

 

Yogyakarta, 13 April 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *