Alif Safaah: Kuliah Sambil Mondok

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Alif Safaah: Mahasiswa Ekonomi Manajeman UST angkatan 2015.Dok.Istimewa.
Alif Safaah: Mahasiswa Ekonomi Manajeman UST angkatan 2015.Dok.Istimewa.

Dewasa ini memperoleh pendidikan tinggi sudah mulai menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia, oleh karenanya banyak perguruan tinggi yang didirikan oleh pemerintah (negeri) maupun perseorangan (swasta). Untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia akan perlunya memperoleh pendidikan tinggi, maka pemerintah menyediakan beasiswa bagi mereka yang kurang mampu atau berprestasi. Lantaran upaya pemerintah tersebut, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Indonesia mempunyai kesempatan besar untuk melanjutkan pendidikan hingga di bangku kuliah.
Tak terkecuali Alif Safaah, Ia adalah gadis yang cukup aktif di kelasnya, nilainya-pun hampir tidak pernah mengecewakan orang tuanya. Walaupun Ia harus bersepeda kurang lebih sejauh 1,5 km setiap hari dari pondoknya menuju kampus Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), namun tidak membuatnya terlihat kewalahan dalam mengatur waktu. Bahkan, Ia menjadi mahasiswa yang berhasil memperoleh Indeks Prestasi (IP) tertinggi di kelasnya, yaitu 3,88 pada saat Ia semester satu tepatnya tahun 2015.

Mengenal Alif Safaah
Perempuan berjilbab kelahiran Bekasi tepatnya 26 Juni 1997 mengawali sekolahnya di SD Negeri 1 Ngelowetan, Demak, lalu Ia melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 1 Mijen kemudian SMA Negeri 1 Mijen. Sejak SD prestasi Alif cukup bagus terbukti dari peringkatnya selalu bertengger di sepuluh besar, bahkan pada saat SMA Alif selalu meraih peringkat antara 1 dan 2. Namun, tidak hanya peringkatnya dalam pelajaran di sekolah yang membanggakan, Ia juga aktif mengikuti organisasi di sekolahnya seperti, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Rohani Islam (Rohis), dan mading.
Setelah lulus dari bangku SMA, Alif yang kini tinggal bersama orang tuanya di Demak mencoba peruntungan dengan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri, namun kenyataan berkata lain, ternyata tahun 2015 bukanlah tahun keberuntungannya memasuki perguruan tinggi negeri. Namun hal tersebut tidak mematahkan semangatnya, kemudian Ia memutuskan untuk mendaftar di UST, didaftarkan oleh sang kakak Teguh Kurniawan yang sebelumnya pernah mengenyam bangku UST lebih dahulu, Teguhlah yang mengantar dan mengurus semua keperluan Alif di Jogja.
Impian Alif sedari Ia duduk di bangku sekolah dasar adalah mondok (pesantren). Namun, keinginannya baru terwujud ketika lulus SMA. Di Jogjalah, gadis yang mempunyai lesung pipi ini juga mendaftarkan diri di Pondok Pesantren Al – Luqmaniyyah sambil berkuliah di Program Studi Manajemen FE UST.

Peran Keluarga Bagi Alif Safaah
Dukungan serta doa seperti tak pernah berhenti mengalir untuk anak bungsu dari dua bersaudara ini. Orang tua serta kakak laki-lakinya mempunyai andil besar dalam kehidupannya. Sang ayah dan ibu yang selalu memanjatkan doa disetiap malam hari dan selalu bekerja keras untuk sang anak. Dan kakaknya, Teguh yang mempunyai peran besar bagi Alif selama di Jogja ini, sang kakak yang tak hanya mendukung dari materil tapi juga berusaha menyempatkan waktu di tengah kesibukannya untuk Alif.

Pesan Untuk Mahasiswa Fakultas Ekonomi
Pesan Alif untuk seluruh mahasiswa FE di UST yaitu; kuliahlah dengan benar, “jangan berkuliah hanya untuk bergaya ataupun pamer karena orang tua membiayai dengan sungguh-sungguh. Bolehlah bergaya tapi juga harus diimbangi dengan prestasi yang bagus pula,” ungkap Alif. [p]

2 tanggapan untuk “Alif Safaah: Kuliah Sambil Mondok

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *