Pameran Seni Bertajuk “Nusantara”

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Diambil berdasarkan realita di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) bahwa berbagai macam suku, ras, agama, dan budaya ada di dalamnya, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Seni Rupa angkatan 2015 UST mengadakan pameran seni rupa dengan tema ”Nusantara” di Jogja Nasional Museum (JNM). Dibuka dengan penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sanggar Pamong Sabtu, (26/3), pameran seni tersebut diadakan sampai dengan Senin, (28/3).

Ki Rusnoto sebagai kurator mengatakan dalam sambutannya bahwa “Nusantara” bukan sekedar kata, “Nusantara” dipandang sebagai suatu strategi kebudayaan. Sedangkan salah satu perekat bagi begitu banyaknya etnis yang beragam di Indonesia adalah aktivitas kebudayaan, di mana masyarakat seringkali tidak akan membedakan antara etnis Tionghoa, Jawa, Makassar, Papua, dan sebagainya ketika berada dalam aktivitas kebudayaan. “Budaya memberikan daya hidup yang luar biasa kepada kita semua dalam mencermati, menilai, memaknai kata Nusantara, sehingga pada kesempatan malam ini kita bisa saksikan bagaimana teman-teman angkatan 2015 merepresentasi konteks Nusantara dalam wilayah aspek visual,” ungkap Ki Rusnoto.

Selain pameran karya seni rupa, mahasiswa angkatan 2015 Pendidikan Seni Rupa mengadakan diskusi seni yang dilaksanakan pada hari kedua, Minggu, (27/3). Arif Babur Rohman selaku ketua panitia mengungkapkan, pameran seni rupa yang dilaksanakan kali ini murni hasil kerja keras mahasiswa Pendidikan Seni Rupa angkatan 2015. Tidak mendapatkan bantuan dalam bentuk dana dari kampus, mahasiswa Pendidikan Seni Rupa angkatan 2015 tetap menunjukkan eksistensinya sebagai perupa.

Arif berharap pameran seni rupa tersebut bisa menambah keakraban mahasiswa Pendidikan Seni Rupa angkatan 2015, menambah pengalaman bagi mahasiswa yang baru saja memulai pameran, dan juga menambah wawasan. Arif yang sejatinya menyukai seni rupa murni juga memberikan ungkapan terima kasihnya kepada dosen-dosen Pendidikan Seni Rupa yang telah membantu kegiatan pameran tersebut, “terima kasih untuk dosen-dosen yang telah membantu kami,” ungkap Arif.[p]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *