Di Mana Ramahnya Indonesia?

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Indonesia merupakan salah satu negara yang ramah akan sosial dan budaya. Banyak hal yang dapat di pelajari mulai dari segi budaya, bahasa, adat istiadat bahkan tata krama. Karena Letaknya tepat di garis katulistiwa dan memiliki ribuan pulau, hal tersebut membuat Indonesia terbagi menjadi beberapa suku dan ras, namun tidak menjadi suatu hal yang menakutkan karena Indonesia adalah negara kesatuan.

Kita semua mengetahui bahwa Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia begitu kaya, namun masyarakat sendiri tak mampu mengolah apa yang dimiliki Indonesia. Tanpa di sadarai saat itu pula Indonesia telah memberi peluang lebih terhadap negara asing untuk menguasai kebudayaan maupun kekayaan Indonesia. Salah satunya dalam hal budaya dan tata krama. Di kalimat pertama penulis menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang ramah, hal tersebut di buktikan dengan adanya tata sila, tata krama yang ada di kerajaan ataupun di kraton yang ada di Indonesia. Selain itu, masyarakat Indonesia juga terkenal dengan keramahan dan kesantunannya. Akan tetapi, karena perkembangan globalisasi yang begitu pesat, masyarakat kualahan menghadapi budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia.

Seperti apakah budaya-budaya asing tersebut, sehingga masyarakat Indonesia menjadi kehilangan akan jati diri kebangsaannya sendiri?

Dari hal terkecil dengan adanya budaya pesta berdiri (Stand up party), pesta yang dilakukan dengan berdiri. Bahkan saat makanpun dilakukan dengan berdiri. Hal tersebut sering kita jumpai saat acara besar, sebagai contoh; pernikahan digedung mewah. Budaya seperti itulah yang kini menjadi lawan terbesar (terutama budaya barat) bagi jati diri bangsa Indonesia. Semakin lamban masyarakat menyadari akan adanya penjajahan dari dalam melalui adanya budaya asing masuk ke dalam negeri, semakin cepat budaya asing menguasai bangsa Indonesia. Masyarakat harus menfilter terlebih dahulu budaya-budaya yang akan mempengaruhi keselarasan budaya Indonesia. Selain itu masyarakat perlu kesadaran penuh dalam melestarikan apa yang menjadi tanggung jawabnya terhadap kekayaan budaya ataupun penentuan jati diri bangsa melalui penanaman karakter (Nasionalisme) pada setiap individu masyarakat di Indonesia, yang bertujuan menjaga dan melestarikan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. [P]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *