Wisata Sekaligus Belajar di Kampung Inggris

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Tak perlu pergi ke Inggris, atau pergi ke negara yang menggunakan bahasa Inggris untuk memperdalam atau sekadar belajar berbahasa Inggris. Di Indonesia-pun, khususnya di pulau Jawa banyak lembaga-lembaga pendidikan kursus bahasa Inggris. Namun untuk mempercepat kemampuan berbahasa Inggris anda, tentu lembaga pendidikan bahasa Inggris yang berkompetenlah yang pasti akan banyak dicari.

Di Desa Tekung Rejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, mempunyai sebuah kampung yang acap kali disebut sebagai “Kampung Inggris”. Nama Kampung Inggris ini dipakai bukan karena banyak orang asing atau wisatawan Inggris yang menetap di kampung itu, melainkan sebuah tempang pendidikan bahasa Inggris yang dikonsep seperti kampung.

Setidaknya ada 120 lembaga kurus bahasa Inggris di kampung tersebut. Banyaknya tempat kursus dan sarana yang memadai menambah daya tarik, bagi masyarakat yang ingin belajar bahasa Inggris. Hingga tidaklah heran jika anda berkunjung di kampung Inggris ini, akan bertemu dengan orang-orang yang berbeda secara status sosial. Seperti ada dosen, mahasiswa, siswa SMA sampai SD, dan banyak masyarakat umum.

Ada banyak program yang dapat kita pilih saat mengambil kursus disini, semuanya bergantung pada kebutuhan kita, seperti Speaking, Grammar, Pronunciation, Vocabullary, Writing, Toefl, dan masih banyak program penting lainnya. Kemudian yang menjadi ciri khas dari kampung Inggris adalah hampir semua lembaga kursus di sini menyediakan camp (penginapan berkonsep asrama) dengan konsep English Zone 24 jam bagi member yang mau tinggal di situ. Jarak antara tempat kursus ke tempat kursus yang lainnya juga sangat dekat, sehingga kita akan selalu mendengar orang berbicara menggunakan bahasa Inggris baik dalam proses pembelajaran maupun kegiatan sehari-hari mereka.

Karena banyaknya lembaga yang berdiri dan ketatnya persaingan antar lembaga, maka tak heran jika biaya yang diperlukan untuk dapat kursus di kampung Inggris relatif lebih murah bila dibandingkan dengan yang tidak terletak di kampung Inggris. Begitu juga dengan biaya hidup disini. Mulai dari tarif makan misalnya, hanya dengan menyediakan uang Rp. 5.000,00 anda sudah bisa membeli nasi pecel satu porsi lengkap es teh sebagai minumnya. Tentunya tak hanya nasi pecel saja yang terjangkau di tempat ini, karena sebetulnya masih banyak lagi makanan enak yang harganya terjangkau. Dan untuk tarif loundry, anda hanya perlu menyediakan uang Rp. 3.000,00/Kg.

Bercerita sedikit tentang pengalaman saya selama di lembaga tempat saya kursus, jam belajarnya full. Lembaga tempat saya belajar, kita harus mulai belajar pukul 05:30 pagi dan selesai pukul 09:00 malam dengan potongan waktu istirahat. Kami masuk 6 kali pertemuan sehari mulai dari hari Senin sampai Jumat, dengan setiap pertemuan berdurasi satu setengah jam.

Selain kita dapat ilmu dengan bahsaInggris, pengalaman lainpun juga akan kita dapatka, jikalau kita sekaligus menggunakan fasilitas Camp tersebut. Di camp tersebut, kita akan belajar bagaimana untuk hidup mandiri. Seklain itu, kita akan banyak menemukan teman-teman baru dengan perbedaan etnis, budaya, dan status sosial.

Setiap lembaga memang memiliki tarif biaya sendiri, yang jelas umumnya untuk paket kursus ditambah fasilitas camp satu bulan, kita hanya perlu menyediakan anggaran sekitar Rp.800.000.00. Sebuah biaya yang relatif murah dengan banyak fasilitas yang mendukung anda untuk dapat belajar bahasa Inggris dengan nyaman.

*) anggota magang LPM PENDAPA Tamansiswa 2015-2016

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *