Perpustakaan UST gelar Pameran Buku dan Karya Cipta Mahasiswa

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Ki Pardimin memotong pita dalam pembukaan acara pameran buku dan karya cipta mahasiswa.
Ki Pardimin memotong pita dalam pembukaan acara pameran buku dan karya cipta mahasiswa. Selasa,  (8/12/15). Foto: Idris/Pendapa

Dalam rangka Dies Natalis yang ke-60 Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), perpustakaan pusat UST menggelar pemeran buku dan karya cipta mahasiswa. Pembukaan acara tersebut dimeriahkan oleh penampilan Group Panembrama dari Asrama Mahasiswa Dewantara (Asmadewa) UST pada Selasa (8/12/15). Bertempat diparkiran selatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UST pameran tersebut diselenggarakan hingga Jumat, (11,12/15)

Pameran buku itu sendiri melibatkan 12 penerbit yang ada di Yogyakarta dan karya-karya yang dipamerkan merupakan buah tangan dari mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Industri, Prodi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan Fakultas Pertanian. “Walaupun tidak diikuti oleh semua prodi. Mudah-mudahan nanti kedepannya bisa berkembang terus dan ini bisa menjadi acara rutin tahunan,” tambah Ki Darwanto pengurus perpustakaan UST bagian digital dan pengolahan pustaka..

Tak hanya dapat membeli buku yang dipamerkan, pengunjung pameran buku dan karya cipta mahasiswa juga dapat memberikan saran buku-buku yang harus dilengkapi oleh perpustakaan UST. Ki Darwanto menjelaskan bahwa acara pameran buku dan karya cipta mahasiswa selain dalam rangka Dies Natalis yang ke-60 UST juga dalam rangka memperingati bulan bahasa.

Ki Darwanto berharap perpustakaan UST dapat lebih maju dengan pelayanan yang dapat memuaskan pengguna (dalam hal ini mahasiswa dan dosen). “Fasilitas-fasilitas yang kurang mudah-mudahan bisa terpenuhi, sebab kita kalau tidak didukung dengan fasilitas memang nggak bisa,” ungkap Ki Darwanto

Disamping itu Ki Pardimin selaku rektor UST menngungkapkan acara pameran buku dan karya cipta mahasiswa tersebut dapat memotivasi mahasiswa dalam berkarya, “kalau nggak ada moment-moment seperti ini nggak ada motivasi. Inikan hanya perpustakaan yang mengadakan, kalau bisa seluruh Prodi action,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *