“GLIEST” Kembangkan Peran Teknik Industri Menghadapi MEA

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Foto bersama antara pemateri dan panitia di acara kuliah tamu "GLIEST 2015" di Kampus 1 UST. Foto: Mega Erwinda/PENDAPA
Foto bersama antara pemateri dan panitia di acara kuliah tamu “GLIEST 2015” di Kampus 1 UST. Foto: Mega Erwinda/PENDAPA
Sabtu (19/09) General Lecture of Industrial Engineering University of Sarjanawiyata Tamansiswa 2015 diselenggarakan oleh program studi Teknik Industri Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST). Kuliah tamu dengan tema “Enlightening IE’s Career in Multi National Company (MNC)” menghadirkan 2 pembicara, yaitu Fauzi Muharom S.T. dan Deo Wijaya S.T., M.Sc. Fauzi Muharom saat ini menjadi section head, training & adminstration department, Toyota Institute Indonesia Division, di PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia sedangkan Deo Wijaya saat ini adalah seorang ART-Center Engineer, Artificial Lift, Schulmberger. Kuliah tamu ini diadakan di ruang Ki Sarino Mangunpranoto, Kampus 1 UST Jalan. Kusumanegara No. 157.
Menurut V. Reza Bayu Kurniawan, S.T., M.Sc selaku Ketua Penyelanggara GLIEST 2015, acara ini bertujuan untuk memberikan wawasan bagi mahasiswa TI tentang profesi dan karir industri dalam dunia kerja. “Pembicara praktisi di berbagai sektor sengaja didatangkan untuk memberikan gambaran bahwa Teknik Industri memiliki kontribusi dan peran yang vital dalam dunia kerja”, imbuhnya.
Dalam kuliah tamu ini juga dipaparkan mengenai kualifikasi dan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang lulusan teknik industri apabila ingin melanjutkan ke jenjang karir, juga ditampilkan data mengenai serapan lulusan teknik industri dan potensi permintaan lulusan teknik industri oleh perusahaan-perusahaan. Tidak hanya perusahaan dengan level nasional, namun juga perusahaan dengan level internasional (multi national company).
“Hal ini juga menjadi salah satu persiapan program studi teknik industri UST dalam menyiapkan daya saing lulusannya menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, sehingga mahasiswa teknik industri UST,” pungkas Reza Kurniawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *