Dies Natalis Ke-60, UST Nanggap Wayang

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Penonton sedang menyaksikan pegelaran wayang kulit. Sabtu, (19/9/15). Foto: Eva /PENDAPA
Penonton sedang menyaksikan pegelaran wayang kulit. Sabtu, (19/9/15). Foto: Eva /PENDAPA
Genap sudah Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) berusia 60 tahun. Sabtu, (19/9/15) malam puncak peringatan dies natalis ke-60 UST menggelar pertunjukan wayang kulit dengan lakon “Gatotkaca Winisuda” yang didalangi oleh Ki Seno Nugroho, di kampus pusat UST Jl. Kusumanegara 157 Yogyakarta.

Pagelaran wayang tersebut disambut hangat oleh masyarakat. Tidak hanya orang tua yang menghadiri pagelaran wayang tadi malam. Anak-anak, remaja, mahassiswa, turut serta mengahdiri pertunjukan tersebut. Bahkan tampak para pedagang berjejer turut serta meramaikan acara semalam sambil menjajakan barang dagangannya.
Hingga larut malam, tempat pertunjukan masih sesak oleh penonton, mereka tampak tertawa kompak ketika lakon sedang dimainkan oleh sang dalang yang dibintangtamui oleh Mbok Beruk dan Dalijo, bintang tamu yang ahli dalam celetukan lucu.

Sambil menikmati pertunjukan wayang, Pendapa sesekali berbincang dengan beberapa penonton yang tampak khusuk menyaksikan jalannya pagelaran. Salah satunya Mudiyono, Ia menilai dies natalis suau kampus dengan acara pagelaran wayang bukti kreativitas dan cinta budaya, “acara ini kan nguri-nguri (red: menghidupkan) budaya, jadi bagus,” ucap pria 70 tahun ini yang datang jauh-jauh dari daerah Wates.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *