Mahasiswa adalah Faktor Pemicu Kemajuan Bangsa

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Didin Wahidin menyampaikan materinya yang bertajuk "Sukses Belajar di Perguruan Tinggi" dalam acara kuliah umum mahasiswa baru UST  di Jogja Expo Center (14/09) . Foto: Aziz/PENDAPA
Didin Wahidin menyampaikan materinya yang bertajuk “Sukses Belajar di Perguruan Tinggi” dalam acara kuliah umum mahasiswa baru UST di Jogja Expo Center (14/09) . Foto: Aziz/PENDAPA
YOGYAKARTA – Didin Wahidin Direktur Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (KEMENRISTEKDIKTI) memberikan materi berjudul “Sukses Belajar di Pergruan Tinggi” pada acara kuliah umum yang diselenggarakan oleh Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) senin (14/9) pukul 10.00 WIB, bertempat di Gedung Jogja Expo Center.
Didin mengatakan bahwa mahasiswa adalah komponen bangsa yang nantinya akan menjadikan bangsa ini menjadi maju. Karena menurut Didin, ditahun ini Indonesia masih memprihatinkan. “Tingkat pendidikan yang ada di masyarakat sangat mempengaruhi pendidikan di Bangsa ini,” tegas Didin.
Didin beranggapan, mahasiswa adalah faktor pemicu kemajuan bangsa namun saat ini angka pendidikan tinggi di Indonesia masih mencapai 26,65%. Sementara tenaga kerja di Indonesia berada pada lulusan Sekolah Dasar (SD). “Tingkat kemajuan pedidikan kita masih jauh dengan Negara lain,” tutur Didin. Modal Bangsa Indonesia sudah cukup tinggi dalam upaya mencapai kesejahteraan karena Indonesia dianugerahi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah tetapi tidak dimaksimalkan dan belum menjadi modal pokok bangsa ini. “Indonesia belum mencapai adil dan makmur,” tambahnya.
Selain SDA, Didin juga menambahkan bahwa adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat melimpah tetapi SDM yang ada tidak dimaksimalkan kembali. Menurutnya, terlalu banyak kesenjangan sosial yang terjadi di Indonesia. “Yang kaya semakin kaya dari orang-orang biasa,” ungkap Didin. Untuk mencapai Negara yang sejahtera ada faktor pokok yang menguatkan bangsa yaitu invonasi, networking, teknologi dan SDA. “Oleh karena itu perlu adanya kemauan dan kesadaran mahasiswa yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” ungkap lagi Didin..
Didin berpesan kepada mahasiswa baru UST bahwa Perguruan Tinggi adalah suatu jenjang dimana mahasiswa masuk kedalam lubang dan harus memikirkan akan keluar lubang itu menjadi apa. “Saya yakin Perguruan Tinggi adalah tempat penentu pada masa depan anda,” tegas Didin.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *