Potret Kondisi Bahari dalam Tajuk Pameran Foto

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Beberapa pengunjung mengamati koleksi foto pameran bertema "Bahari" oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta di Bentara Budaya Yogyakarta (09/09).Foto:Isnan/PENDAPA
Beberapa pengunjung mengamati koleksi foto pameran bertema “Bahari” oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta di Bentara Budaya Yogyakarta (09/09).Foto:Isnan/PENDAPA
Kendati acara penutupan, ruang pameran yang bertema “ Bahari” di Gedung Bentara Budaya Yogyakarta (09/09) pukul 19.00, masih ramai oleh pengunjung. Beberapa pengunjung terlihat mengamati foto-foto dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta ini, dengan seksama. Salah satu pengunjung itu adalah Krisnawati. Ia menjelaskan, pameran foto yang bertema “Bahari” tersebut semakin membangkitkan rasa nasionalismenya terhadap Indonesia. ”Indonesia kaya akan kekayaan bahari, pameran ini cukup untuk membuat saya semakin cinta dengan pulau dan kekayaan lautnya,” terangnya.
Acara penutupan pameran yang juga dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ini, menghadirkan beberapa koleksi foto yang tak lepas dari kondisi maritim Indonesia saat ini. Diantaranya adalah, foto yang mengambil keadaaan pulau-pulau indah di Indonesia, nelayan-nelayan yang menangkap ikan, hingga foto acara labuhan yang sering dilakukan oleh masyarakat pesisir pantai. Setidanya terhitung 165 foto dipamerkan dalam acara yang telah diselenggrakan sejak 1 sampai 9 September ini. Dalam sambutannya Susi memuji akan berlangsungnya acara tersebut. “Dengan kegiatan seperti ini, kita bisa jadi complete person. Kita bisa lihat ekspresi semua orang,” tuturnya.
Beberapa pengunjung yang datang juga mengungkapkan harapannya terhadap kondisi bahari Indonesia. seperti apa yang diutarakan oleh Rujito. Ia berharap pemerintah lebih memperhatikan perawatan terumbu karang yang saat ini ia garab bersama kelompok nelayan di daerahnya. “Kita malah mendapatkan bantuan dari Belanda, tidak ada pemerintah yang membantu sedikitpun,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *