Prodi Manajemen Kantongi Akreditasi A

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN- PT) melalui SK BAN-PT No.773/SK/BAN-PT/Akre/S/VII/2015, menetapkan Program Studi (Prodi) Manajemen terakreditasi A. Menurut Kaprodi Manajemen SK tersebut berlaku hingga 10 Juli 2020. “Kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya sejak satu tahun yang lalu”, terang Nyi Jajuk. Kaprodi Manajemen ini juga menuturkan berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan semangat para dosen. “Bahkan pihak kami mengundang motivator dari luar UST untuk memberikan dorongan semangat bagi para dosen”, imbuh Kaprodi Manajemen ini.
Caturdarma perguruan yang diterapkan oleh prodi Manajemen berdampak baik pada proses akreditasi. “Iklim akademik yang kami terapakan di kampus antara lain penelitian, pengabdian, pendidikan, dan kebudayaan”, imbuh Nyi Jajuk. Tidak hanya itu, Kaprodi Management ini juga ½ mewajibkan para dosen untuk melakukan penelitian. “Penelitian yang bisa didanai dari Lembaga Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (LP2M), Kopertis, Hibah Direktorat Pendidikan Tinggi, dan Kemendikbud”, terangnya. Tahun 2014 merupakan tahun penerima hibah terbanyak sejak tahun 2012. “Penelitian tidak boleh berhenti sampai di perpustakaan tetapi harus go public bahkan go internasional”, jelas dosen Management ini.
Menurut Nyi Jajuk di bidang pengabdian pihaknya memberikan berbagai pelatihan dan penyuluhan pada beberapa kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Tutornya bisa dari kami atau dari luar akan tetapi manajemen bisnis tetap dari kami, dan kami tidak pernah berhenti melaksanakan caturdarma perguruan”, terang Kaprodi Manajemen ini. Tidak hanya dosen yang dilibatkan dalam melaksanakan caturdarma tetapi mahasiswa juga dilibatkan. “Contohnya jika di dalam penelitian terdapat tiga variabel, maka dua variabel kami berikan kepada mahasiswa. Inilah yang akan kami terus giatkan”, tambah Nyi Jajuk. Dosen Management ini berharap iklim kampus yang sudah diterapakan harus terus dijaga kualitasnya. “Iklim akademik harus berjalan tidak hanya untuk keperluan akreditasi semata”, jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *