UPAYA MELINDUNGI MABA DARI PRAKTEK PERPLONCOAN

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

DSCF2647Orientasi studi dan pengenalan kampus (Ospek) merupakan kegiatan awal bagi peserta didik yang masuk di jenjang perguruan tinggi. Seluruh rangkaian acara dalam Ospek adalah upaya untuk memperkenalkan kampus serta membentuk watak mahasiswa baru agar lebih mengenal sistem pendidikan di perguruan tinggi baik secara psikologi maupun sosial. Demikian juga di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST). Ospek adalah sebuah ladang untuk memperkenalkan kampus UST kepada mahasiswa baru.
Namun sering kali ospek menimbulkan permasalahan yang sebenarnya jauh dari tujuan ospek tersebut dilaksanakan. Misalnya, praktek-praktek perploncoan yang muncul dan tindak kekerasan panitia kepada mahasiswa baru. Pada akhirnya, akan muncul indikasi-indikasi yang membuat Mahasiswa Baru (Maba) memandang Ospek adalah sebuah kegiatan yang menakutkan dan penuh tindak perploncoan. Hal itu diungkapkan oleh Sinta Maba UST dari Program Pendidikan Bahasa Inggris. “Dalam ospek ini jangan terlalu dibuat ribet. Wajah-wajah kakak panitia ospek juga jangan serem-serem,” tuturnya.
Kegelisahan-kegelisahan yang dialami Maba, serta maraknya kasus-kasus perploncoan dan tindak kekerasan di Perguruan Tinggi akhirya ditanggapi serius oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Hal tersebut terbukti dengan dikeluarkannya aturan yang bertujuan untuk mencegah serta melarang tindak perploncoan dalam keberlangsungan Ospek di Perguruan Tinggi.
Keseriusan larangan tersebut dibukukan dalam Peraturan Dikti No 274/2014. Sesuai yang dituliskan dalam buku Peraturan Dikti tersebut, ada beberapa aturan yang berubah. Pertama, tidak diperbolehkannya ketua Ospek adalah mahasiswa, tapi dosen dari universitas tersebut. Kedua, Dikti akan menindak tegas pelaku perploncoan jika terbukti. Ketiga, aturan tersebut juga mengatur mengenai sistem secara teknis keberlangsungan opsek yang meliputi; materi ospek dan waktu maksimal pelaksanaan ospek. “Ospek di perguruan tinggi tidak boleh mengandung perploncoan karena sifatnya memperkenalkan kegiatan kampus. Sudah ada buku pedoman mengenai ini dan kami sebarkan pada bulan Juni lalu,” ujar M. Nasir Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristek Dikti) seperti yang dikutip dari REPUBLIKA.CO.ID. Ia juga menambahkan bahwa aturan ini pun tidak hanya terpaku pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN), tetapi mencangkup Perguruan Tinggi Swasta (PTS) pula.
Hukuman Bagi Pelaku Perploncoan
Ospek memang tidak akan lepas dari kesan ajang balas dendam oleh panitia ospek kepada mahasiswa baru. Hal itu diungkapkan pula oleh M. Nasir bahwasanya ospek merupakan sebuah kegiatan pengenalan kampus yang rawan akan misi balas dendam, dari senior ke junior. Hal itu pula yang mendasari Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) ini menindak tegas pelaku perploncoan dan tindak kekerasan saat Ospek. “Ospek di perguruan tinggi tidak boleh melakukan perpeloncoan. Kalau terjadi perpeloncoan harus ditindak,” kata Nasir seperti yang dikutip dari CNNINDONESIA.COM.
Tindak tegas bagi pelaku perploncoan dan tindak kekerasan ospek tersebut ditetapkan dalam peraturan Dikti No 274/2014. Dalam Peraturan tersebut pelaku-pelaku perploncoan akan ditindak tegas. Ki Kristanto selaku pembina ospek UST membenarkan akan adanya sanksi bagi pelaku perploncoan. “Jika ada pelanggaran peraturan Dikti, maka akan ada sanksi,” ungkapnya. Ia menambahkan, resiko yang akan ditanggung oleh pelaku tindak perploncoan berupa sanksi akademik bagi mahasiswa, dan sanksi indisipliner bagi Rektor yang terbukti mengizinkan perploncoan di kampusnya.
Pengamalan Aturan Ospek di UST
Terkait dengan aturan yang diatur oleh Kemenristek Dikti tersebut, Ospek di UST juga akan menerapkan aturan yang sama sesuai apa yang telah disosialisasikan oleh Kemenristek Dikti. Hal itu disampaikan oleh Ki Kristanto selaku pembina di Ospek “MERDEKA” UST 2015. “Taat aturan suatu keharusan, karena resikonya bukan hanya mahasiswa individu tapi juga lembaganya,” terangnya ketika di temui di kantornya Fakultas Keguruan dan Pendidikan (FKIP) UST.
UST sendiri, sesuai yang diungkapkan oleh Ki Kristanto sangat menentang dengan adanya perploncoan. Ia menambahkan akan menghapus prakter kurang terpuji itu di Ospek dengan mengusung tema “Menanamkan ideologi Ki Hadjar Dewantara untuk kemerdekaan lahir dan batin” yang kemudian diakronimkan menjadi Ospek “MERDEKA”. Ditanya mengenai jaminan bahwa UST akan menghapus praktek perploncoan, Ki Kristanto menjawab akan berusaha menerapkan sesuai apa yang diatur oleh Dikti. “Selama ini kita evaluasi, dan tidak ada yang berlebihan dalam ospek sebelumnya,” terangnya.
Guna menerapkan aturan yang sesuai dengan peraturan Dikti tersebut, Ki Kristanto yang dipercaya oleh Rektor UST Ki Pardimin sebagai pembimbing Ospek, merombak susunan pengurusan yang tadinya sudah dibentuk oleh Majelis Mahasiswa Universitas (MMU). Rombakan pengurus atau kepanitiaan Ospek tersebut, salah satunya adalah mengganti ketua ospek yang tadinya mahasiswa berubah menjadi dosen. “Menteri melarang mahasiswa menyelenggarakan Ospek, artinya tidak boleh mengorganisir langsung, jadi semua tanggungjawab ada pada dosen. Perkara di dalam prakteknya nanti bisa bekerjasama dengan mahasiswa,” terang Ki Kristanto.
Di Ospek kali ini pun, Ki Kristanto berusaha untuk membentuk model Ospek ala Tamansiswa. Yaitu menerapkan pengamalan Trilogi kepemimpinan Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Model Ospek yang mengamalkan Trilogi kepemimpinan tersebut akan menerapkan pendampingan yang baik dari mahasiswa senior kepada Maba yang didampingi. “Mereka (red: mahasiswa baru) belum tahu apa-apa, maka kita harus memberi contoh. Menjadi pembimbing yang santun itu harus ada,” ungkapnya. Harapannya, model Ospek ala Tamansiswa tersebut akan ditiru oleh mereka yang akan menjadi penanggungjawab Ospek di tahun-tahun mendatang. “Ospek yang sekarang kita jadikan model ospek tamansiswa secara internal. Siapa tahu model ini juga bisa diadobsi di perguruan lain,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *