Joshua: “Jangan Takut Dengan Anak Lembaga”

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

 

Foto bersama dengan Rektor usai dilantik (23/06/15) Foto: doc istimewa.
Foto bersama dengan Rektor usai dilantik (23/06/15) Foto: doc istimewa.

Selasa (23/06/2015) di ruang Ki Sarino Mangunpranoto, Ki Pardimin selaku Rektor melantik anggota Majelis Mahasiswa Universitas (MMU) periode 2015/2016. Pelantikan tersebut dihadiri Ki Hadi Pangestu selaku Wakil Rektor III, Dekan-dekan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), para tamu undangan, dan anggota MMU yang siap dilantik.

Adapaun tamu undangan yang menghadiri pelantikan diantaranya Majelis Mahasiswa Fakultas (MMF) semua fakultas, para pejabat non akdemik, Unit Kegitan Mahasiswa (UKM) Menwa Dewantara, UKM Pramuka, UKM Permainan, dan beberapa mahasiswa yang ikut maramaikan. Ketua MMU yang terpilih adalah Joshua Pandia mahasiswa jurusan ekonomi manajemen. Joshua menegaskan bahwa ia dipilih oleh lima fakultas. “Jadi bukan karena koalisi maupun oposisi atau perbedaan politik, namun berdasarkan kekeluaragaan dari delegasi masing-masing fakultas yang mempercayakan saya sebagai Ketua MMU,” tambahnya.

Menyoal visi dan misi MMU kedepannya pria asal medan ini mengatakan jauh sebelum saat ini ada banyak mimpi dari setiap anggota MMU, salah satunya ingin mempunyai banyak anggota atau banyak mahasiswa yang berminat di MMU, “Kebanyakan seperti itu, dan ini benar-benar menjadi tantangan kami setiap tahunnya,” imbuh Joshua. Dimulai dari merubah tata bicara, tata gaya, tata bersikap dan sebagainya harus semakin membaik. Mengenai visi dari MMU itu sendiri ialah pengkaderan, kami berusaha melahirkan pemimpin yang bisa balance antara kegiatan akademik dan organisasi,” ujar Joshua.

Joshua berharap kedepannya internal dari MMU harus solid, untuk mahasisiwa yang apabila menemukan kesalahan dari anggota MMU seharusnya ditujukan langsung ke orang yang berkaitan bukan menyalahkan lembaganya. “Untuk harapan besarnya seperti yang saya dan kawan-kawan MMU inginkan bahwa MMU merupakan lembaga yang mewadahi mahasiswa-mahasiswi pergerakan,” pungkasnya.

Pesan Joshua, mahasisiwa UST mampu membedakan mana premanisme dan organisasi yang mewadahi segala kebutuhan para mahasiswa. “Janganlah takut kepada anak lembaga dan janganlah benci kepada anak lembaga. Saling berkolaborasi saya kira,” tambah Joshua.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *