Cara UKM Musik Dewantara Mengenalkan UST

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Minggu (31/05/15), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik Dewantara Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta menyelenggarakan acara Gigs On Campus. Acara yang bertemakan “HAMMER CAMPUS” tersebut bertempatkan di gedung Fakultas Pertanian (FP) UST jalan Batikan. Acara Gigs On Campus dimeriahkan oleh band-band indie dari Yogyakarta maupun luar Yogyakarta yang akan membawakan berbagai macam aliran musik.

Acara Gigs On Campus merupakan program kerja tahunan UKM Musik Dewantara. Tahun 2015 adalah kali ketiga UKM Musik Dewantara adakan. Pada tahun-tahun sebelumnya UKM Musik Dewantara menyelenggarakan acara serupa di Fakultas Ekonomi (FE) UST dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UST.

Mengadakan acara-acara musik seperti Gigs On Campus merupakan salah satu cara UKM Musik Dewantara mengenalkan UST kepada masyarakat. Tujuan UKM Musik Dewantara yang cukup besar itu tentu menuai banyak lika-liku, mulai dari keterbatasan dana sehingga anggota UKM Musik Dewantara berinisiatif melakukan iuran untuk menutupi kekurangan, hingga persiapan yang terbilang singkat yaitu hanya dua bulan.

Acara yang dihadiri oleh 20 band dari luar kampus UST dan 3 orkestra tersebut juga melibatkan masyarakat umum. Bahkan acara ini didominasi oleh kalangan remaja khususnya pelajar Sekolah Mengenah Atas (SMA). “untuk universalnya tujuan dari acara ini lebih mempromosikan kampus, karena yang menjadi target 90% adalah anak SMA dan sekaligus melatih anggota dari UKM Musik untuk bekerja sama dengan teman-temannya,” tutur Ceria Handini selaku ketua UKM Musik Dewantara.

David mahasiswa FP semester 6 yang menjabat sebagai ketua pelaksana Gigs On Campus menjelaskan, tidak sedikit kendala yang panitia hadapi, salah satunya adalah keterbatasan dana. Adanya pemasukan dari biaya registrasi band yang mengisi acara habis terpakai untuk membayar sisa pelunasan kebutuhan acara. “kita tidak bisa mengandalkan plotingan dana yang diberikan oleh kampus, namun kita juga harus mengupayakannya sendiri dan sekaligus ini bukti bahwa UKM Musik Dewantara juga berkontribusi dalam mengenalkan nama kampus UST kepada masyarakat. Karena kampus biasanya cuma menjelekkan UKM Musik dan katanya UKM Musik itu berisik,” tutur David.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *