Bakti Sosial Panti Asuhan, Oleh Menwa Dewantara UST

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Foto Bersama Menwa Dewantara UST dengn Keluarga Panti Asuhan Rumah Buah Hati, Pada Selasa (2/6/15). Foto: Agung, Menwa, UST.
Foto Bersama Menwa Dewantara UST dengn Keluarga Panti Asuhan Rumah Buah Hati, Pada Selasa (2/6/15). Foto: Agung, Menwa, UST.

Selasa (2/6/15), Resimen Mahasiswa (Menwa) Dewantara Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), melaksanakan Bhakti Sosial (Baksos) Peduli Anak Yatim di Panti Asuhan Rumah Buah Hati. Tema yang diusung kali ini adalah “Meningkatkan Rasa Kebersamaan Terhadap Sesama dengan Satuan”. Beralamat di Jln. Surya No.420 Tegalrejo, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta 55198, tepat di aula tengah panti berdampingan dengan lokasi tidur dan tempat bermain, acara baksos dimulai sejak pukul 09.00 WIB.

Acara dibuka dengan penyematan pita oleh Komandan Satuan Menwa Dewantara UST Duwi Suroyo kepada anak panti, dengan diikuti oleh seluruh anggota Menwa. Sejumlah 15 anak panti dan 23 anggota Menwa ikut meramaikan acara baksos siang hari itu. Game, outbound, pembagian hadiah, makan siang bersama, pemberian sumbangan, dan pemberian kenang-kenangan, adalah serangkain acara yang di ketuai oleh Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Rikardus Dole.

“Seneng, dikasih hadiah. Pengin kakak Menwa kesini lagi,”ucap Yunince, salah satu anak panti asuhan Rumah Buah Hati yang sekarang duduk di kelas II SD Bokpri Karangwaru, asal Papua. Senada, Atika salah satu anggota Menwa juga mengatakan bagus dengan adanya baksos, mengingat kebiasaan Menwa yang biasa berkegiatan kasar dan identik di lapangan. “Kita bisa lebih berkegiatan sosial bagi yang benar membutuhkan,”tambahnya.

Baksos yang menurut Rikardus sudah dipersiapkan sejak pertengahan April kemarin ini, ditegaskan olehnya sebagai agenda wajib yang memang dikelola oleh Menwa Dewantara UST Yudha 38. “Dari total dana Rp.1.838.700,- yang terkumpul, dialokasikan untuk hadiah, sumbangan berupa bahan-bahan sembako, kenang-kenangan, dan bentuk uang,”ucap Dian selaku bendahara baksos. “Sumbangan tidak hanya dari dana, tapi juga alat tulis dari donatur Pameela Swalayan,”imbuh Rikardus. BPHMK UST, Dana Taktis Menwa, dan sumbangan dari mahasiswa adalah sumber bantuan yang disebut-sebut oleh Rikardus sebagai donatur.

Tepat pukul 12.30 WIB, acara ditutup dengan do’a dan foto bersama. “Terima Kasih karena telah memberikan kepedulian kepada kami. Tuhan memberkati, dan sukses selalu buat kalian,”tutur Telly Panjaitan, M.A selaku pengelola panti.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *