Mengulas Sejarah Bangsa Melalui Bedah Buku

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

suasana saat diskusi bedah buku. (23/05/2015). foto: Aziz/Pendapa
suasana saat diskusi bedah buku. (23/05/2015). foto: Aziz/Pendapa

Sabtu (23/05/15) ruangan Pendidikan Guru Sekolah Dasar(PGSD) dipenuhi oleh sejumlah mahasiswa untuk mengikuti diskusi bedah buku. Diskusi tersebut diadakan oleh Majelis Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (MMF-KIP) dan dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional. Bedah buku karya Peter Kasenda “Hari-hari Terakhir Orde Baru, Menelusuri Akar Kekerasan Mei 1998”, dengan menghadirkan penulisnya dan pembedah Eko Prasetyo seorang yang terlibat langsung dalam reformasi 1998.

Diskusi dimulai pukul 09.00 WIB yang diikuti lebih dari 90 mahasiswa dari berbagai jurusan. Diskusi bedah buku tersebut juga didukung dan dihadiri oleh Ki TMA Kristanto S.Pd, M.Hum selaku Wadek III Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Peserta menikmati paparan isi buku yang diwarnai candaan dari pembicara. Tidak sedikit pula peserta yang memberikan respon positif kepada moderator. Pertanyaan dari peserta membuat jalannya diskusi menjadi lebih hangat dan menarik..

Riswan selaku ketua MMF-KIP menjelaskan acara diskusi sebagai pengganti kekosongan di hari kebangkitan nasional. “MMF-KIP juga menghadirkan seorang sejarawan dan sekaligus penulis buku yang berjudul Hari-hari Terakhir Orde Baru, Menelusuri Akar Kekerasan Mei 1998”, terang Riswan. Ketua MMF-KIP ini juga mengutarakan harapannya untuk mahasiswa agar mempelajari sejarah bangsa dan tidak menjadi katak dalam tempurung. Hal itu sejalan dengan apa yang disampaikan Eko Prasetyo bahwa untuk melihat masa depan jangan pernah melupakan sejarah masa lalu. “Siapa yang tidak bisa mengadili masa lalu, maka dia akan diadili oleh masa lalu,” terang Eko. Di akhir acara pihak panitia memberikan kenang-kenangan pada pembicara dan berfoto bersama dengan segenap panitia penyelenggara. (P)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *