Ambalwarsa Sanggar Pamong: Lestarikan Seni dan Budaya Lewat Pertunjukan

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Tata panggung, acara "AMBALWARSA" Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Pamong, untuk memperingati hari jadi Sanggar Pamong. foto/twitter.Doc. SanggarPamong.
Tata panggung, acara “AMBALWARSA” Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Pamong, untuk memperingati hari jadi Sanggar Pamong. foto/twitter.Doc. SanggarPamong.
Sabtu malam, (11/04/2015) dalam rangka memperingati hari jadi yang pertama, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sanggar Pamong mengadakan acara pertunjukan seni dan kebudayaan. Acara yang bertajuk “AMBALWARSA SANGGAR PAMONG KE-1” ini, bertempat di ruang 101 dan 102 Gedung C, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (FKIP-UST).
UKM yang berkonsentrasi di dalam dunia seni dan kebudayaan ini menampilkan beberapa pertunjukan seni dan budaya. Seperti, pameran seni rupa, pertunjukan tarian daerah, musik angklung, pembacaan puisi dan pertunjukan musik tradisional yang berlangsung kurang lebih selama dua jam.
Tenddy Noegraha selaku ketua dari UKM Sanggar Pamong, mengatakan acara ini tidak sesuai apa yang ia prediksikan sebelumnya. Dimana acara akan sepi dari segi antusiasme pengunjung. Tetapi, acara malah lebih meriah karena banyak pengunjung dari mahasiswa khususnya yang memadati ruang pertunjukan. “Hampir sekitar 200 pengunjung setelah saya melihat daftar buku tamu,” terangnya.
Tenddy mengungkapkan, acara khusus yang memang diperuntunkam untuk memperingati hari jadi UKM Sanggar Pamong ini, memakan waktu persiapan selama satu bulan. Acara ini juga didukukung oleh beberapa UKM, baik dalam maupun luar kapus UST. “Acara ini juga di dukung oleh beberapa pihak seperti, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pendapa Tamansiswa, Sanggar Seni Simpai, Sanggar SK Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA), Pendidikan Seni Rupa UST, Dewantara Muda, dan UKM Musik Dewantara,” ungkap mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris ini.
Ketika ditanya mengenai rencana Sanggar Pamong kedepannya, khususnya dalam bidang pementasan seni dan budaya. Tenddy mengungkapkan, dalam waktu dekat ini Sanggar Pamong akan mengadakan pertunjukan yang tidak kalah menarikya dari acara “AMBALWARSA” ini. Diantaranya, Sanggar Pamong ingin membuat panggung pertunjukan seni Tamansiswa di taman budaya Yogyakarta. Serta mengadakan pentas seni ke Solo. Dengan harapan bisa mengangkat nama Tamansiswa dengan seni dan kebudayaan. “Karena menurut Sanggar Pamong Tamasiswa adalah badan perjuangan seni dan kebudayaan” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *