Setahun Perjalanan Sanggar Pamong UST

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Tenddy Noegraha, Ketua UKM Sanggar Pamong UST, Mahasiswa aktif Pendidikan Bahasa Inggris Semester 6.
Tenddy Noegraha, Ketua UKM Sanggar Pamong UST, Mahasiswa aktif Pendidikan Bahasa Inggris Semester 6.
Sebuah perjalanan panjang yang sudah ditempuh oleh Sanggar Pamong sampai ulang tahunnya yang ke-1 besok. Kendati demikian, masih banyak yang belum kenal dengan Sanggar Pamong, baik mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) maupun mahasiswa di luar UST. Sanggar Pamong ini memang baru berusia 1 tahun, tetapi proses panjang menuju sebuah nama Sanggar Pamong sudah cukup lama. Dimulai Tahun 2012 dengan membentuk sebuah komunitas kesenian di lingkungan kampus FKIP UST Yogyakarta dengan memberi nama “Seniman Muda Tamansiswa”.

Berlanjutnya waktu, Seniman Muda Tamansiswa yang kurang berjalan baik, akhirnya berdampak pada tidak terlaksananya pengembangan potensi seni mahasiswa. Salah satu sebab dari tidak terlaksananya Seniman Muda Tamansiswa adalah adanya pihak dari dalam yang tidak setuju dengan pemberian nama Seniman Muda Tamansiswa. Di tahun 2013, Seniman Muda Tamansiswa berganti nama menjadi “Forum Kesenian Mahasiswa” atau FKM-Tamansiswa. Nama FKM-Tamansiswa akhirnya membawa perkembangan. Hal itu terlihat dari adanya beberapa mahasiswa yang bergabung, dan adanya pelatihan-pelatihan seni seperti pelatihan musik angklung yang dilaksanakan di kampus III UST Yogyakarta.

Setelah satu tahun berjalan, nama FKM-Tamansiswa dirasa kurang mewakili tujuan dan inti dari komunitas seni ini. Tanggal 1 April 2014, dalam pertemuan yang dihadiri seluruh anggota kurang lebih 5 anggota, di gedung C kampus III UST, Tenddy Noegraha selaku pencetus “Komunitas Kesenian Mahasiswa UST” memberi usul agar FKM-Tamansiswa brganti nama menjadi “Sanggar Pamong UST Yogyakarta”. Pada tanggal tersebut, tersepakatilah Sanggar Pamong UST sebagai komunitas kesenian mahasiswa UST, dengan alasan makna yang terkandung di dalamnya.

Sanggar Pamong, nama ini memuat harap dari dalam anggota. Harapan tersebut adalah, agar seluruh anggota Sanggar Pamong dapat menjadi panutan bagi lingkungan sekitar setelah lulus menuntut ilmu di UST menjadi penyalur bakat dan potensi seni, menjadi penggerak estafet kebudayaan, memiliki jiwa kepemimpinan, serta membentuk anggota agar memiliki tanggung jawab serta rasa sosial yang tinggi. Kini, anggota aktif Sanggar Pamong tercatat sekitar 55 orang. Harapannya, Sanggar Pamong semakin ke depan semakin bertambah anggota dengan diikuti semakin bertambah pula keanekaragaman seni yang dimiliki.

Tahun ini, Sanggar Pamong sudah diresmikan menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa di bawah naungan UST. Ini adalah kado istimewa bagi kami untuk hari jadi Sanggar Pamong yang ke 1. Kegiatan terdekat yang akan dilaksanakan dalam peringatan hari jadi Sanggar Pamong yang ke 1 sekaligus peresmian, dilaksanakan paa hari Sabtu 11 April 2015. Peresmian ini adalah perkenalan Sanggar Pamong bagi mahasiswa UST dan luar UST, dan akan dilaksanakan di kampus III UST Yogyakarta, dengan nama acara “AMBALWARSA ke-1 tahun Sanggar Pamong”. Acara ini bersifat terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung memeriahkan kegiatan. Acara akan dimeriahkan juga dengan berbagai seni pertunjukan, baik seni tari, musik, teater, sastra, dll.

AMBALWARSA ke-1 tahun Sanggar Pamong sebagai wujud doa agar Sanggar Pamong ke depan tetap berjalan, menanjak lalu meneruskan cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara. Ki Hadjar Dewantara pernah berkata“Kesenian adalah syarat mutlak untuk mendidik jasmani, rohani, dan budi pekerti anak. Bukan berarti menjadi orang-orang Tamansiswa menjadi orang seni”. Kesenian sebagai salah satu hal terpenting dalam proses pendidikan, dan Sanggar Pamong mengaplikasikannya dalam wujud berkesenian sekaligus wujud pengabdian di masyarakat.

Tamansiswa adalah badan perjuangan kebudayaan. Sanggar Pamong sebagai penerus yang menjunjung tinggi ajaran Ki Hadjar Dewantara tentang kesenian, juga memiliki tanggung jawab terhadap pelestarian budaya, melalui pendidikan seni di UST.

Sugeng Ambal Warsa (red: Selamat Ulang Tahun) yang kesatu Sanggar Pamong, semoga ke depan mampu melahirkan banyak seniman, melahirkan generasi muda yang sadar akan budaya nusantara, dan menjadi pelestari sekaligus penggerak estafet kebudayaan.

*Penulis adalah Ketua Sanggar Pamong dan mahasiswa aktif Pend. Bahasa Inggris Semester 6

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *