Lagi, Aliansi Mahasiswa Jogja Peduli Rembang Geruduk UGM

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Salah satu masa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Jogja Peduli Rembang menyampaikan aspirasinya dalam di depan Gedung Rektorat UGM.
Salah satu masa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Jogja Peduli Rembang menyampaikan aspirasinya di depan Gedung Rektorat UGM (02/04/2015). Foto:IsnanPendapa

Terik matahari siang yang menyengat kulit, tidak menyurutkan semangat puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliasi Mahasiswa Jogja Peduli Rembang (AMJ-PR) untuk kembali menggeruduk kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) (02/04/2015). AMJ-PR kembali melakukan aksi demostrasi di halaman gedung rektorat UGM untuk menyampaikan beberapa tuntutan yang berkaitan dengan janji UGM membuat Tim Evaluasi. Tim Evaluasi yang dijanjikan UGM kepada ibu-ibu petani Rembang dalam audiensi (20/3/2015) ini bertujuan untuk menindaklanjuti kesaksian dua akademisi UGM, Eko Haryono (dosen fakultas geologi), dan Heru Hendrayana (dosen teknik geologi) dalam sidang gugatan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, yang dipandang AMJ-PR tidak pro kepada rakyat, dan merupakan bias dari kepentingan pemodal.

Tidak hanya itu, AMJ-PR yang terdiri dari berbagai elemen mahasiswa berbagai kampus (UGM, UNY, UII, UMY, UAD, UIN, dan Atmajaya) di Daerah Istimewa Yogyakarta, menuntut pula agar UGM melakukan tindakan kongkrit. Sesuai yang tertulis dalam surat tuntutan, Tim Evaluasi UGM diharapkan meninjau langsung lokasi pegunungan Kendeng Utara yang merupakan cekungan air tanah dan telah ditetapkan sebagai kawasan lindung geologis. “Tuntutan kami berangkat dari kekhawatiran terhadap pembangunan pabrik semen di Rembang yang semula dipercaya akan memberikan kesejahteraan, sebenarnya melanjutkan penghancuran pertanian dan menghambat upaya perwujudan kedaulatan pangan di Indonesia,” kata Hazairin Rowiyan Kordinator umum dalam aksi tersebut.

AMJ-PR juga ingin mempertanyakan tentang Tim Evaluasi yang dibentuk oleh UGM. Yakni,kapan pembentukan Tim Evaluasi dilakukan, siapa saja yang dilibatkan dalam tim evaluasi, dan kapan keputusan Tim Evaluasi akan dipublikasikan. AMJ-PR juga mendesak kepada Tim Evaluasi untuk menyampaikan hasil analisisnya selambat-lambatnya pada Senin, 6 April 2015, sehubungan semakin dekatnya pembacaan putusan sidang gugatan AMDAL PT Semen Indonesia di PTUN Semarang. “Hasil keputusan dari analisis Tim Evaluasi ini akan menjadi pembuktian  bahwa UGM benar-benar berpihak kepada kebenaran ilmiah dan menegaskan marwahnya sebagai kampus kebangsaan,” pungkas Hazairin.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *