Ki Supono Kepala SMK Tamansiswa Banjarnegara: Tamansiswa Harus Membuka Diri

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Ki Supono, Kepala SMK Tamansiswa cabang Banjarnegara sedang memaparkan beberapa poin penting yang perlu diterapkan oleh seluruh cabang Taansiswa secara nasional, pada Hari Rabu, 28 Januari 2015. Foto: Muhammad Aziz Muttaqin/Anggota Magang Pendapa.
Ki Supono, Kepala SMK Tamansiswa Cabang Banjarnegara sedang memaparkan beberapa poin penting yang perlu diterapkan oleh seluruh cabang Taansiswa secara nasional, pada Hari Rabu, 28 Januari 2015. Foto: Muhammad Aziz Muttaqin/Anggota Magang Pendapa.

Menengok cabang Kebumen, sebagai salah satu cabang Tamansiswa yang jaya dan berkembang, seperti yang dituturkan oleh Ki Masidi, Ki Bitus Iswanto, dan Ki Suharto, Tamansiswa Cabang Banjarnegara tampak seiring sejalan dengannya. Dengan total siswa sekitar 800 untuk SMK, Ki Supono selaku Kepala SMK Tamansiswa Cabang Banjarnegara memberi beberapa poin yang menurutnya penting bagi kemajuan Tamansiswa.

Januari yang lalu, Pendapa mengunjungi langsung Tamansiswa cabang Banjarnegara. Taman Dewasa (SMP), Taman Karya Madya (SMK), dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE), berjejer rapi dalam satu lokasi, di Jl. Mayjend. Panjaitan No.29 Banjarnegara. Tembok sekolah bercat hijau, gapura kokoh berdampingan dengan pohon hijau besar, dan lahan parkir yang rapi, adalah visual pertama yang bisa dilihat ketika siapapun masuk ke komplek Tamansiswa Cabang Banjarnegara. Ki Supono, menyambut kami dengan senyum ramah. “Ya begini mas, mbak, kondisinya. Di luar sepi, soalnya murid lagi pelajaran di kelas,”ucapnya, sambil memantau proses belajar mengajar dari monitor visual CCTV.

“SBII (red: Sifat Bentuk Isi dan Irama) antara teori dan praktek, saya sendiri masih bingung,”ucapnya. Lebih lanjut, Ki Supono menuturkan, berkembangnya Tamansiswa harus sesuai dengan SBII, yang olehnya diartikan dengan kemampuan Tamansiswa dalam mebuka diri, baik membuka diri terhadap pemerintah daerah, maupun pemerintah secara nasional. Ia mengatakan, atas kerjasama dengan pemerintah daerah lah, baik kabupaten maupun propinsi, Tamansiswa Cabang Banjarnegara memperoleh banyak bantuan. Bantuan tersebut tentunya demi kemajuan Tamansiswa.

Ki Supono juga mengatakan prihatin dengan kondisi Tamansiswa secara nasional yang menurutnya kurang bisa membuka diri kepada masyarakat luas. “Yang masuk di jajaran pemerintah RI saat ini siapa dari Tamansiswa, baik menteri pendidikan maupun kepala biro satupun nggak ada,”ucapnya. Padahal ia yakin, jika cabang-cabang Tamansiswa bisa membuka diri, maka akan banyak masyarakat yang kepincut dengan Tamansiswa karena ajarannya yang mulia.

Menurut Kepala SMK Tamansiswa Banjarnegara yang dulu juga pernah menjadi guru matematika di tempat SMK yang kini ia kepalai, pemerintah sebenarnya sudah menyiapkan kue, tinggal bagaimana Tamansiswa mau atau tidak mengambil kue tersebut. Lebih lanjut, ia mengatakan, sebenarnya tidak perlu kerja keras agar Tamansiswa Cabang Banjarnegara mencapai posisi sekarang ini, dengan minat masyarakat yang masih antusias. “Tidak perlu kerja keras lho, justru paling penting komitmen, baik yayasan, komite, dan sekolah itu sendiri,”tambahnya mengakhiri.[P]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *