Penyerahan Donasi Untuk Korban Longsor Jemblung, Banjarnegara

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Lima siswa korban longsor Jemblung Banjarnegara (depan) foto bersama Tim Pendapa  dan Ibu Kepala Sekolah, setelah menerima uang sumbangan pendidikan, Pada hari Kamis (29/01/15). Foto: Eva Yuliani, Pendapa.
Lima siswa korban longsor Jemblung Banjarnegara (depan) foto bersama Tim Pendapa dan Ibu Kepala Sekolah, setelah menerima uang sumbangan pedidkan, Pada hari Kamis (29/01/15). Foto: Eva Yuliani, Pendapa.
Selasa (27/1/2015), sebanyak 7 anggota perwakilan Lembaga Pers Mahasiswa Pendapa diikuti 5 orang anggota Mahasiswa Pecinta Alam Pertanian berangkat menuju Banjarnegara dengan tujuan untuk menyerahkan donasi kepada korban longsor secara langsung.

Dana yang diserahkan LPM Pendapa merupakan dana yang diterima dari kegiatan penggalangan dana Pendapa Peduli bertema “Galang Dana Lewat Budaya” yang dilaksanakan pada Minggu (25/1/2015) kemarin. Total donasi yang terkumpul sebesar Rp.2.010.000,- dengan rincian sebagai berikut: donasi dari peserta sebesar Rp.710.000, sumbangan dari Pendidikan Seni Rupa sebesar Rp. 1.000.000,-; dari BPPM Balairung UGM sebesar Rp. 200.000,-; dan dari Goeboek Coffee sebesar Rp.100.000,-.

Sebelum menyerahkan donasi kepada para korban terlebih dahulu Tim Pendapa melakukan survei lapangan untuk mengetahui secara langsung apa yang sebenarnya dibutuhkan para korban longsor Jemblung. Setelah melakukan survei, akhirnya Tim Pendapa memutuskan untuk menyerahkan bantuan dalam bentuk uang dan alat gambar kepada SD Negeri 1 Sampang dan SD Negeri 2 Sampang. Bantuan yang diberikan kepada SD Negeri 1 Sampang berupa uang sejumlah Rp.1.340.000,- yang diserahkan kepada 5 orang siswa yang telah kehilangan tempat tinggal dan orang tua, untuk digunakan sebagai biaya pendidikan. Sedangkan pada SD Negeri 2 Sampang, bantuan yang diberikan berupa buku gambar dan crayon sebanyak 100 buah.

Dari kedua sekolah yang dikunjungi, baik kepala sekolah maupun guru menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan berupa alat tulis serta pakaian sekolah sudah sangat cukup. “Bantuan yang dibutuhkan saat ini biaya pendidikan mas, bagi para siswa yang terkena longsor dan kehilangan orang tua,”ucap Rudiarso selaku guru kelas VII SD Negeri 2 Sampang.[P]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *