UST Gelar Sarasehan Budaya, Siswi SMA Jadi Pemateri

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Siswa dari beberapa SMA/SMK Jogja, menyampaikan materi sarasehan budaya. PENDAPA/Peka Tariska.
Siswa dari beberapa SMA/SMK Jogja, menyampaikan materi sarasehan budaya. PENDAPA/Peka Tariska.
Seperti beberapa hari sebelumnya, Selasa (20/1/2015) ruang Ki Sarino kembali tampak ramai. Pada pagi itu Lembaga Pegembangan Kebudayaan Nasisonal (LPKN) menyelenggarakan kagiatan sarasehan kebudayaan dalam rangka 60 tahun UST Yogyakarta dengan mengusung tema “Seni Tradisi dan Kemungkinan Pengembangannya”.
Sarasehan yang diisi presentasi dari berbagai karya ilmiah siswi-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA): SMA Ibu Pawiyatan Tamansiswa, SMA Negri 1 Sleman, SMA Stella Duce 2 Yogyakarta, SMA Negeri 2 Yogyakarta, SMA Negeri 1 Sedayu. Selain pemateri berasal dari para siswi SMA se-Jogja. Ki Arif Bintoro Johan, M.Pd dari LPKN juga ikut menjadi pemateri dalam sarasehan tersebut. Tari tradisional Zafin Melayu yang berasal dari daerah Riau adalaah penampilan pembuka sebelum season acara inti.
Acara inti ramai disampaikan oleh para pemateri yang masih berstatus pelajar SMA. “Banyak sekali seni milik kita, baik seni tari, seni musik, ataupun seni dolanan yang asli milik Indonesia, tapi dianggap asing oleh kita sendiri,” tutur Ki Sudartomo Macaryus selaku Ketua LPKN membuka acara sarasehan. “Jika tak ditanamkan sejak dini rasa cinta pada kebuyaan sendiri, tak heran jika kebudayaan-kebudayaan kita diakui oleh negara-negara asing,”tutur Nurul Aditya Susanto siswi SMA N 2 Yogyakarta menanggapi . “Ketika kebudayaan masih dalam genggaman disia-siakan, ketika kebudayaan di klaim negara asing barulah kita teriak-teriak kemudian memaki,” tambah Nurul. Setelah acara sarasehan selesai, para pemateri dikumpukan untuk mengumpulkan gagasan mereka untuk kemudian dikemas dalam bentuk buku. “Gagasan yang berasal dari responden kami tampung, lalu para pemateri kami minta untuk mengumpulkan gagasan dalam bentuk buku pada akhirnya,”terang Ki Sudartomo mengakhiri. [P]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *