Mapala Pandawa Lima, Galang Dana untuk Korban Bencana

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Tumpukan kardus yang berisi pakaian layak pakai, dan logistik terkumpul di sekretariat Mapala Pandawa Lima. Foto:Isnan/PENDAPA
Tumpukan kardus berisi pakaian layak pakai, dan logistik yang terkumpul di sekretariat Mapala Pandawa Lima, untuk disumbangkan kepada korban longsor Banjarnegara. Foto:Isnan/PENDAPA

Selasa (16/12), Tim Pendapa berkesempatan mewawancarai Torik Sya’bani mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Senior Mapala Pandawa Lima yang menjadi koordinator penggalangan dana untuk bencana tanah longsor di Banjarnegara. Di temui di sela-sela kesibukannya sebagai koordinator penggalandan dana, mahasiswa PBI yang berperawakan kurus tinggi ini menjelaskan, adanya penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian anak-anak Mapala Pandawa Lima terhadap korban tanah longsor di Banjarnegara. “Karena dasar organisasi pecinta alam, salah satunya asas kemanusiaan, gerakan kemanusiaan seperti ini sudah menjadi keharusan kami untuk bergerak,”terang Torik.

Torik mengungkapkan, untuk penggalangan dana sendiri sudah berjalan selama dua hari, terhitung sejak tanggal 14 Desember. Untuk sementara, stand penggalangan dana berada di sejumlah titik di kampus Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP), yaitu di depan Mushola, Hall Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan di Hall FKIP. Waktu penggalangan dana sendiri, dibuka sejak pukul 10 pagi hingga pukul 2 siang. Torik menyebutkan, bantuan disumbang dari mahasiswa dan dosen, yang tidak hanya berbentuk uang. “Donasi yang terkumpul sementara selama 2 hari di lingkungan FKIP, sejumlah uang Rp. 1.800.000,00; 10 kardus berisi pakaian dan 3 kardus berisi makanan,” ungkap Torik ketika ditanya jumlah donasi yang terkumpul selama dua hari ini.

Namun, dari Mapala Pandawa Lima sendiri belum mengetahui dalam bentuk apa bantuan ini akan disalurkan kepada korban tanah longsor di Banjarnegara. Mengingat jumlah bantuan untuk logistic, khususnya pakaian sudah membeludak. Rencananya, dana yang terkumpul akan diuangkan, agar bisa digunakan untuk membeli bantuan lain yang lebih dibutuhkan oleh para korban. “Inisiatif dari Mapala Pandawa Lima, pakaian-pakaian yang sudah terkumpul nantinya akan di pilih. Jika pakaian itu dinilai layak, maka akan dijual kembali,”terang Torik.

Dalam waktu dekat ini pula, rencananya penggalangan dana tidak hanya terbatas di FKIP, melainkan akan pula turun ke jalan-jalan agar jumlah donasi semakin banyak. “Mapala Pandawa 5 juga akan turun ke jalan sambil menunggu surat legalitas untuk turun ke jalan dari Sekretaris Besar Organisasi Pecinta Alam Yogyakarta,”pungkasnya.[P]

Penulis adalah anggota magang Lembaga Pers Mahasiswa pendapa

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *