Tanam Mangrove, Wujud Bakti Mahasiswa Kepada Alam

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Kita tahu indonesia terdiri dari kepulauan dan memiliki banyak pantai. Banyak bencana alam yang terjadi di daerah pantai, salah satunya tsunami. Seperti kita ketahui, salah satu tanaman yang dijadikan sebagai benteng pertahanan terhadap bencana tsunami adalah pohon mangrove. Selain dijadikan sebagai benteng pertahanan, mangrove juga mampu menjaga garis pantai dari erosi atau abrasi agar tetap stabil.

Sabtu (13/12) kemarin, mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansisa (UST) dari Fakultas Pertanian Program Studi (Prodi) Agroteknologi mengadakan kegiatan tanam mangrove, yang berlokasi di Pantai Pasir Mendit, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh kepanitiaan Himpunan Mahasiswa Jurusan Agroteknologi (HMJ Agroteknologi) yang di ketuai oleh Syarif Hidayat dari Prodi Agroteknologi angkatan 2012. Syarif Hidayat selaku ketua panitia memaparkan tujuan dari kegiatan tanam mangrove ini, diantaranya: untuk memperbaiki lingkungan di pesisir pantai, memperbaiki habitat hewan-hewan kecil seperti ikan-ikan kecil yang hidup di perakaran pohon mangrove. “Penanaman pohon mangrove juga sebagai pemecah ombak agar tidak terjadi erosi serta pemecah angin agar kadar garam yang dibawa oleh angin itu tidak sampai ke daerah permukiman penduduk yang memungkinkan menghambat dalam kegiatan pertanian,”imbuhnya.

Kepanitiaan menyediakan sebanyak 50 bibit pohon mangrove yang sudah siap di tanam. Namun dalam kegiatan tersebut ada sedikit kendala, karena ada beberapa bibit mangrove yang patah . Kegiatan tanam mangrove tersebut diikuti oleh sekitar 40 peserta ditambah kepanitiaan sehingga berjumlah 50-an. Peserta yang mengikuti kegiatan tanam mangrove tidak hanya dari Fakultas Pertanian UST saja, dari Fakultas lain di UST juga Universitas PGRI Yogyakarta (UPY)ikut serta.

Pada kegiatan tersebut, Bpk. Ing Suprih Sudrajat ambil peran sebagai dosen pembimbing mahasiswa UST dalam kegiatan tersebut. Dalam pelaksanaan tanam mangrove mahasiswa juga mendapatkan pengarahan sekaligus bimbingan dari Bapak Warso Sewito selaku ketua dari pelestarian mangrove Wanatirta.

“Kegiatan tersebut sangat bagus dan memiliki banyak nilai positifnya,” ujar Ketut Hardiane prodi Agroteknologi sebagai salah satu peserta yang ikut dalam kegiatan tanam mangrove tersebut.

Syarif berharap agar adalah para keder-kader konservasi tidak hanya menanam, tetapi dapat tumbuh di masing-masing individu, sehingga kegiatan seperti ini bisa berulang di lain kesempatan. “Karena kegiatan ini sangat bagus untuk pelestarian bumi kita,”tambah Syarif mengakhiri.[P]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *