Fakultas Pertanian Kirim Mahasiswa ke Jepang

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Mahasiswa fakultas Pertanian  UST sedang foto bersama dengan petani jepang. Foto: diambil dari Fb Ari Mekki.
Mahasiswa fakultas Pertanian UST sedang foto bersama dengan petani jepang. Foto: diambil dari Fb Ari Mekki.

Ari Tri Wahyudi, atau lebih akrab dipanggil Mas Ari. Sore itu, Rabu (22/10) menyambut tim Pendapa dengan santai dan hangat di kos-nya. Di sela kesibukannya menyelesaikan revisi skripsi, dia berusaha melayani kami yang ingin mendengar kisahnya selama 3 bulan di Negeri Matahari Terbit.

Mantan ketua Majelis Mahasiswa Universitas Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (MMU-KBM UST) ini, menceritakan dirinya berangkat ke Jepang bersama Puji Waluyo (Agribisnis/2010) dan Ir. Yacobus Sunaryo, Msc. selaku dosen pendamping.

Diceritakan oleh Mas Ari, bahwa keberangkatan mereka ke Jepang pada 17 Juli – 15 Oktober di Jepang merupakan aksi nyata dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Fakultas Pertanian dan ASTAGE. ASTAGE sendiri adalah Organisasi yang membawahi kumpulan petani di Jepang.

Kegiatan selama tiga bulan tersebut diawali dengan jalan-jalan di Tokyo selama lima hari. Dua setengah bulan selanjutnya diisi dengan mengikuti program bersama petani dan mempelajari sistem pertanian disana. Sedangkan sisanya diisi dengan jalan-jalan di Osaka dan Tokyo.

“Bersama petani Jepang, kami masuk jam tiga pagi dan pulang jam lima sore, dengan istirahat pada waktu-waktu tertentu,”urainya. Mas Ari mengatakan bahwa selama di Jepang mereka harus ontime, belajar sebagai petani tidak boleh takut berinovasi, selalu punya arah kedepan, dan rasa pantang menyerah.

Ditanya tentang kesan dan pesan selama di sana, Mas Ari menjawab sambil tertawa kecil,“Disana capek Mas, maklum kurang persiapan, mungkin karena perbedaan iklim juga, tapi saya kagum dengan kebersamaan mereka dalam menyelesaikan tugas,”pungkasnya.[P]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *