Yogyakarta Akan Punya Logo Baru

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Rancangan grafis desain logo baru Yogyakarta dengan semboyan "Jogja Never Ending Asia". Foto: KRJogja.com
Rancangan grafis desain logo baru Yogyakarta dengan semboyan “Jogja Never Ending Asia”. Foto: KRJogja.com

Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merencanakan akan mengganti logo branding Jogja, sekaligus karakter tulisan (tagline) never ending Asia yang sudah berusia 15 tahun. Penggantian logo Jogja dan tagline tersebut dibarengi dengan spirit Jogja yang telah menetapkan undang-undang keistimewaan. “Logo baru masih akan dipertajam lagi dengan memperhatikan masukan saat urun rembuk Selasa lalu. Tim masih akan melakukan penyempurnaan lagi sebelum di-launching,” kata Erni Widyastuti, Kasubid Administrasi Publik dan Keuangan Bappeda DIY, seperti yang dilansir vivanews.com (30/10).

Logo Jogja yang dulu dominan dengan warna hijau akan diganti dengan warna-warna lain, yang lebih filosofis membawa konsep kota Jogja. Desain baru nantinya akan menampilkan tiga warna, yaitu kuning emas, merah, dan putih. Warna kuning emas sendiri mewakili warna yang identik dengan kraton Yogyakarta, sedangkan warna merah dan putih mewakili bendera negara. Sedangkan tagline yang dulunya bertuliskan “never ending Asia” akan diganti dengan “New Harmony“, artinya DIY menjunjung tinggi semangat harmonisasi. Dari segi pembaruan esekusi bentuk visual logo branding Jogja yang baru ini, terletak pada bentuk visual garis. Dimana logo yang baru ini dibuat dengan sembilan tarik garis yang melambangkan sembilan arah kebijakan renaisans Yogyakarta.

Huruh J akan di beri warna emas (ciri warna kraton) pada bagian garis lurusnya, sedangkan atas serta garis lengkung diberi warna merah. Huruf J sendiri akan tetap seperti membentuk payung, sebagai simbol bahwa Jogja diayomi oleh Sultan (Hamemayu Hayuning Bawana). Sedangkan JOGJA, dalam bentuk visualnya akan berwarna merah dan putih dengan kombinasi tujuh tarikan garis. Adapun renaissance itu tercermin pada total garis sketsa garis Jogja yang berjumlah sembilan. Renaissance merupakan bagian dari visi misi Gubernur DIY dalam menyambut Keistimewaan Yogyakrta dalam Undang-undang keistimewaan. Jika tidak ada perubahan, logo branding inipun akan dilaunching pada tanggal 25 November mendatang.[P]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *