PPMI DK Jember Tuntut PD III FS Unej Meminta Maaf

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Wisasongko, Pembantu Dekan Fakultas Sastra Universitas Jember. Foto: dok. persmaideas.com
Wisasongko, Pembantu Dekan III Fakultas Sastra Universitas Jember. Foto: dok. persmaideas.com

Ancaman yang termasuk varian dari tindak kekerasan masih saja dialami oleh Pers Mahasiswa (Persma). Ancaman tersebut kini terjadi di Universitas Jember (Unej), Jawa Timur. Ancaman dan intimidasi dilakukan secara verbal oleh Pembantu Dekan III (PD III) FS Unej, Drs. Wisasongko, MA. terhadap wartawan kampus Lembaga Pers Mahasiswa Sastra (LPMS) Ideas, Rosy Dewi Arianti Saptoyo, pada Rabu (01/10/2014) saat mengajukan proposal penerbitan media LPMS Ideas. (Baca: Lagi, Birokrat Ancam dan Lecehkan Wartawan Kampus)

Menanggapi hal tersebut, Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia Dewan Kota (PPMI DK) Jember langsung memberikan pernyataan sikapnya. Dalam press release tertanggal 3 Oktober 2014 yang dikirimkan kepada redaksi lpmpendapa.com, PPMI DK Jember menegaskan bahwa tindakan intimidasi dan diskriminasi terhadap Persma merupakan upaya tidak rasional untuk menghambat kerja-kerja jurnalistik. Maka dari itu PPMI DK Jember menilai apa yang telah dilakukan oleh Wisasongko selaku PD III FS Unej adalah suatu hal yang mencemari asas demokrasi dan hak asasi manusia untuk meraih pendidikan.

“Seharusnya Wisasongko sebagai seorang intelektual tahu bahwa ada etika dan mekanisme penyelesaian permasalahan atau sengketa pers. Apalagi tindakan Wisasongko itu didasari oleh pemberitaan media LPMS Ideas yang menurut dia tidak berimbang dan tidak benar,” terang Mohammad Sadam Husaen, Sekretaris Jendral PPMI DK Jember. Lebih lanjut Sadam menjelaskan bahwa seharusnya Wisasongko menggunanakan hak jawab, sesuai ketentuan penyelesaian sengketa pers dalam undang-undang pers.

Atas dasar pemikiran terebut maka, maka PPMI DK Jember yang beranggotakan 17 LPM dari berbagai universitas di wilayah Jember melayangkan tuntutan berupa pertanggungjawaban pihak Fakultas Sastra Unej atas beban psikologis yang dialami oleh salah satu wartawan kampus LPMS Ideas. Selain itu, PPMI DK Jember menuntut agar Wisasongko segera meminta maaf secara terbuka atas tindakan yang dilakukannya baik secara lisan di depan umum dan secara tertulis di berbagai media lokal maupun nasional beserta pengakuan atas kesalahannya dan berjanji tidak akan mengintimidasi awak pers mahasiswa, jika di kemudian hari terjadi permasalahan serupa.

“Kami mengecam segala bentuk kekerasan baik secara fisik maupun mental yang bertujuan untuk membatasi hak berpendapat dan hak untuk tahu, para sivitas akademika terkait kebijakan-kebijakan kampus,” terang Sadam yang juga merupakan mahasiswa Unej.[p]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *