Lagi, Birokrat Ancam dan Lecehkan Wartawan Kampus

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Wartawan kampus LPMS Ideas Unej, Rosy Dewi Arianti Sapotyo menunjukkan buletin Partikelir edisi Mafia Dana Praktikum Mahasiswa yang dipermasalahkan oleh PD III FS Unej. (Foto: dok. persmaideas.com)
Wartawan kampus LPMS Ideas Unej, Rosy Dewi Arianti Sapotyo menunjukkan buletin Partikelir edisi Mafia Dana Praktikum Mahasiswa yang dipermasalahkan oleh PD III FS Unej. (Foto: dok. persmaideas.com)

Tindakan pengancaman dan pelecehan oleh birokrat kampus kepada wartawan kampus kembali terjadi di dunia pendidikan Indonesia. Setelah sekitar pertengahan bulan September lalu ‘Buletin Expedisi’ terbitan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ekspresi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dirampas oleh Rochmat Wahab selaku Rektor UNY, kali ini ancaman dan pelecehan dialami oleh wartawan kampus Universitas Jember.

Rosy Dewi Arianti Saptoyo, wartawan kampus sekaligus anggota Lembaga Pers Mahasiswa Sastra (LPMS-Ideas) dilecehkan oleh birokrat Fakultas Sastra Universitas Jember (FS-Unej), pada Rabu (01/10/2014). Hal tersebut terjadi saat Rosy yang merupakan anggota baru LPMS Ideas mengajukan proposal penerbitan media kepada Pembantu Dekan III FS Unej, Wisasongko.

Menurut Rosy, setelah menyerahkan proposal penerbitan media kepada Wisasongko, Rosy tidak segera mendapat persetujuan. Rosy yang merupakan mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi justru ditanya mengenai hal-hal yang berkaitan tentang pribadinya hingga diancam beasiswanya akan dibekukan. “Awalnya ada perlu mengajukan proposal. Tapi saya malah disebut-sebut sebagai mahasiswa miskin setelah ditanya orangtuaku bekerja sebagai apa,” kata Rosy seperti yang dilansir di persmaideas.com.

Masih seperti yang dilansir di persmaideas.com, tindakan Wisasongko tersebut terjadi lantaran dia merasa produk dari LPMS Ideas hanya menunjukkan keburukan kampus saja. Menurut Wisasongko, pemberitaan LPMS Ideas tidak berimbang karena banyaknya konten yang mengkritisi kampus. Wisasongko beranggapan bahwa seharusnya LPMS Ideas yang dibiayai kampus juga menunjukkan prestasi kampus.

Tetapi ketidakberimbangan pemberitaan seperti yang dituduhkan Wisasongko dibantah oleh Winda Chairunnisyah Suryani selaku Pemimpin Redaksi Buletin Partikelir terbitan LPMS Ideas. Menurut Winda, Wisasongko menilai tidak berimbangnya liputan LPMS Ideas hanya mengacu pada banyaknya jumlah konten yang mengkritisi kampus.

“Keberimbangan berita seharusnya lebih dipahami pada aspek cover both side media, bukan pada seimbangnya kritik dan pujian terhadap institusi. Berita berimbang kan menampilkan narasumber dari beberapa belah pihak. Tentu dengan segala sudut pandang mereka yang relevan dan proporsional dari isu yang sedang diangkat,” kata Winda seperti yang dilansir di persmaideas.com. [p]

Satu tanggapan untuk “Lagi, Birokrat Ancam dan Lecehkan Wartawan Kampus

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *