Pengenalan UKM dan Apresiasi Peserta Ospek

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) seakan sudah menjadi tradisi di setiap Perguruan Tinggi (PT) baik negeri maupun swasta. Kegiatan “wajib” ini pun tengah dilaksanakan di kampus Kebangsaan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST). Ospek menjadi kegiatan wajib yang harus diikuti mahasiswa baru sebelum menempuh perkuliahan. Diawali dengan kuliah perdana bagi mahasiswa baru maupun mahasiswa lama pada hari Senin (8/9), kemudian dilanjutkan pembukaan Ospek pada hari berikutnya. Sementara untuk kegiatan Ospek secara resmi dimulai pada hari Rabu (10/9) hingga Sabtu (13/9).

Gedung Graha Bhaktiyasa yang menjadi tempat berlangsungnya Ospek kali ini tampak ramai sesak oleh 1.649 mahasiswa baru. Mahasiswa baru dengan jas almater dan berbagai atribut wajib memenuhi gedung Graha Bhaktiyasa. Ospek yang bertemakan “Dengan Semangat Tamansiswa Bergandengan Tangan Menyatukan Perbedaan” mempunyai tujuan untuk mempersatukan mahasiswa UST yang datang dari berbagai suku dan daerah berbeda. Karena hal tersebut, Ospek kali ini diberi nama Satria Muda Dewantara (Samudra). Tujuan dari penamaan Samudra tersebut adalah mahasiswa baru akan mampu menjadi kesatria bersenjatakan ajaran tamansiswa. “Walaupun berasal dari berbagai daerah dan suku yang berbeda-beda, namun tetap satu, bergandengan tangan,” ungkap Nur Fatah selaku ketua panitia Ospek.

Gedung Graha Bhaktiyasa tidak hanya dipenuhi oleh mahasiswa baru dan panitia ospek saja, namun ada beberapa anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang turut hadir. Diantaranya UKM Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA), UKM Musik Dewantara, UKM Pramuka, UKM Resimen Mahasiswa, UKM Boxer, UKM Gita Swara Dewantara, UKM Pencak Silat, UKM Pendapa Tamansiswa. UKM-UKM tersebut tidak hanya mendirikan stand, akan tetapi mereka juga diberi kesempatan untuk melakukan demo perkenalan dengan menunjukkan apa saja rutinitas tiap UKM, karyanya, dan segudang prestasi yang mengharumkan nama Universitas, kepada mahasiswa baru. Pengenalan UKM tersebut bertujuan untuk mahasiswa mengetahui keberadaan UKM yang ada di UST. Sehingga mahasiswa baru dapat menyalurkan minat dan bakat mereka melalui UKM.

Menurut penuturan Adi Setyawan, salah satu mahasiswa baru jurusan Pendidikan Fisika mengungkapkan bahwa kegiatan Ospeknya bagus karena tidak ada kekerasan. Sementara Apri, mahasiswa baru jurusan Pendidikan Teknik Mesin menyayangkan sikap panitia pendamping yang kurang disiplin, “mereka malah duduk-duduk gitu,” keluhnya. [p]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *