Kolaborasi Seni: UNY, ISI dan UST

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

 Pameran tampak sesak oleh penikmat seni yang hadir. Foto: Eva Yuliani,Tim Pendapa.
Pameran tampak sesak oleh penikmat seni yang hadir pada Senin malam (5/05). Foto: Eva Yuliani/PENDAPA

Senin malam (5/5), hall Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) tampak sesak. Sejak pukul 19.00 WIB, acara pameran seni dibuka dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik Dewantara yang menyuguhkan performnya sebagai pembuka acara. “Banyaknya Cagar Budaya di Jogja yang mengundang banyak wisatawan, faktanya mereka datang dengan membawa kenang-kenangan berupa sampah, untuk itulah kami mengangkat tema HIJRAH SAMPAH pada acara pameran kali ini,” papar Arman selaku ketua panitia. Selain pentas musik, pentas tari daerah dan angklung di depan hall Dekanat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) juga ikut meramaikan pembukaan pameran seni tersebut.
Pameran yang rencananya akan digelar sejak malam ini sampai sabtu (10/5/2014), dibuka setiap hari sejak pagi sampai sore. “Acara ini terselenggara atas kerjasama dari tiga instansi jurusan seni, UNY, ISI, dan UST”. papar Arman lagi. “kita pilih UST sebagai tempat pameran, supaya masyarakat lebih kenal inilah UST juga mempunyai Program Studi Seni Rupa”, imbuhnya.
Penikmat seni yang hadir bukan hanya mahasiswa UST saja. Mahasiswa Akademi Pemerintahan Masyarakat Desa (APMD), Institut Seni Indonesia (ISI), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan masih banyak lagi mahasiswa Yogyakarta, bahkan kalangan dosen dan orang umumpun banyak yang ikut meramaikan. Mereka tampak menikmati pameran tersebut. “Menarik, lukisannya riil, dan banyak ilmu baru yang saya dapatkan,” ungkap Bayu, mahasiswa ISI. Senada dengan Bayu, Ki Nur Irwansyah dosen Pendidikan Seni Rupa juga mendukung acara tersebut demi kerjasama yang positif. ”Melihat keistimewaan yang menyatu dari berbagai seni dan instansi, harapannya dapat saling bertukar ilmu”, Imbuh Ki Nur Irwansyah.
Jika dilihat sekilas, lokasi pameran tampak ramai dan sesak. Ramadhan, mahasiswa APMD memberi masukan supaya tempatnya lebih diperluas karena karya tidak hanya berasal dari UST saja. ”Kalau bisa, karya yang dipamerkan juga lebih banyak lagi”, Imbuhnya.[p]

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *