Jokowi : Kembalikan Pendidikan pada Ruhnya

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Penyambutan kunjungan Jokowi di Museum Kirti Griya pada hari Sabtu (3/5) | foto : Romdlon/PENDAPA
Penyambutan kunjungan Jokowi di Museum Dewantara Kirti Griya pada hari Sabtu (3/5). | Foto: Romdlon/PENDAPA

Pendapa Agung Tamansiswa pada Sabtu pagi (3/5) dipenuhi wartawan dari berbagai media, para siswa Tamansiswa dan juga masyarakat umum. Selain itu, nampak pengurus Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa (MLPT) tengah sibuk menyambut kehadiran Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo yang  akrab disapa Jokowi.

Sebelumnya Jokowi dikabarkan akan mengunjungi kampus pusat Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST). Namun karena berbagai alasan, rencana tersebut akhirnya tidak terealisasikan. Kehadiran Jokowi berkaitan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang ditetapkan pada tanggal 2 Mei. Hari bersejarah tersebut merupakan hari lahirnya Ki Hadjar Dewantara, tak ayal Jokowi mengagendakan hadir di UST. (Baca: Jokowi Gagal Hadir, UST Kecewa)

Tujuan utama Jokowi adalah mengunjungi Museum Dewantara Kirti Griya yang merupakan museum kebanggaan Tamansiswa. Selain itu, museum tersebut menjadi saksi perjuangan Ki Hadjar terutama di bidang pendidikan. Di museum Dewantara Kirti Griya, Jokowi mendapat penjelasan seputar kehidupan Ki Hadjar Dewantara, termasuk hubungan Ki Hadjar dengan mantan presiden pertama Ir. Seokarno.

Sebelum berkunjung ke Pendapa Agung Tamansiswa, Jokowi telah terlebih dahulu berkunjungke rumah mantan Ketua Muhamadiyah Buya Syafi’i Maarif. Rencananya, usai mengunjungi Pendapa Agung Tamansiswa, Jokowi akan berkunjung ke Surabaya untuk menemui Ketua Musimat NU Khofifah Indar Parawansa.

Ketika ditanya mengenai sistem pendidikan di Indonesia, Jokowi berpendapat bahwa saat ini nilai matematika, IPS dan sejumlah nilai mata pelajaran lainnya menjadi hal yang penting saat ini, sementara pendidikan karakter mulai dilupakan. “Maka kembalikanlah pendidikan pada ruhnya,” terang Jokowi.

Gubernur DKI Jakarta ini juga mengatakan bahwa semua ajaran yang diterapkan oleh Ki Hadjar masih relevan jika diterapkan pada masa sekarang. “Menerapkan nilai-nilai kepribadian, moral, dan sosial tentunya masih relevan pada masa sekarang ini,” pungkas Jokowi. (Baca juga: Jokowi Minta Tandatangannya Difotokopi)[p]

2 tanggapan untuk “Jokowi : Kembalikan Pendidikan pada Ruhnya

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *