Koalisi di Hari Buruh

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Lembaga Pers Mahasiswa di Yogyakarta sedang menampilkan pembacaan Puisi memperingati Hari Buruh. Foto: Gita/PENDAPA
Lembaga Pers Mahasiswa di Yogyakarta sedang menampilkan pembacaan Puisi memperingati Hari Buruh. Foto: Gita/PENDAPA

Terik matahari meyengat kepadatan lalu lintas 0 kilometer Kota Yogyakarta Kamis (1/5). Gemuruh suara Orasi terdengar begitu keras. Orasi menuntut keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan. Para wanita-wanita parubaya terlihat memenuhi trotoar jalan sesekali mereka bertepuk tangan dan bersorak “Betul! Benar! Setuju!.” Yang Laki-laki gagah dengan spanduk tuntutannya. Ada pula para Mahasiswa dengan kepalan tangan kirinya.

Hari Buruh atau yang biasa disebut May Day sudah biasa diperingati dengan turun aksi kejalan, seperti yang dilakukan Koalisi Rakyat Bersatu (KRB) kemarin. KRB merupakan gabungan dari beberapa Organisasi di Yogyakarta seperti: Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Cakrawala Mahasiswa Yogyakarta, Forum Diskusi Buruh Perempuan, Forum Lembaga Swadaya Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta, Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta, Lembaga Pers Mahasiswa Arena Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Mitra Wacana, Paguyban Buruh Gendong Sayuk Rukun DIY, Perempuan Mahardhika, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, We Can Campaign Yogyakarta, Federasi Perjuangan Buruh Indonesia, dan lain-lain.

Tak hanya orasi saja yang KRB sajikan dalam aksi kali ini, para Buruh dan Pembantu Rumah Tangga juga ikut meramaikan dengan menampilkan diri membaca puisi dan bernyanyi. “Buruh Berdaulat, Pendidikan Merakyat, Rakyat Sejahtera”, merupakan tema aksi KRB kali ini. Tak hanya memperingati May Day, KRB melakukan aksi juga dalam rangka Hari Pendidikan Nasional yang bertepatan pada hari ini Jumat (2/5).

Sejumlah sebelas butir tuntutan terpampang jelas pada spanduk yang mereka pajang di depan pagar Gedung Agung Yogyakarta. Sebelas tuntutan tersebut yaitu: 1.Hapuskan Sistem Kerja Kontrak dan Outsourcing, 2.Tolak Politik Upah Murah, 3.Kesehatan Gratis Untuk Seluruh Rakyat, 4.Tangkap, Adili dan Penjarakan Pelaku Pemberangusan Serikat, 5.Tolak Kekerasan terhadap Buruh, 6.Upah Layak Bagi Buruh Perempuan dan Hak Reproduksi bagi Buruh Perempuan, 7.Pendidikan Gratis, Ilmiah, Demokratis dan Bervisi Kerakyatan, 8.Tolak Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan, 9.Akses Pendidikan Untuk Difabel dan Tegakkan Aturan 1% Buruh di Perusahaan dari Difabel, 10.Tanah untuk Rakyat, Tolak Penggusuran Tanah, 11.Sahkan UU Perlindungan Pembantu Rumah Tangga.

Restu Baskara selaku Koordinator Umum KRB berharap tuntutan-tuntutan yang di ajukan bisa direalisasikan. “Kita menginginkan upah layak Nasional, itu yang kami tuntut, harusnya Bangsa Indonesia ini bisa memenuhi tuntutan kita, dengan Sumber Daya Alam yang melimpah tapi diserahkan ke Inverstor Asing dan Pemuda-pemuda Kapitalis. Tidak untuk Kesejahteraan Rakyat,” ungkap Restu.[p]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *