Ikuti Ujian Ekuivalensi, Sepuluh Mahasiswa Bebas KKN

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

sepuluh mahasiswa UST usai mengikuti ujian ekuivalensi di kantor LP2M pada hari jumat (28/3) | dok. istimewa
sepuluh mahasiswa UST usai mengikuti ujian ekuivalensi di kantor LP2M pada hari jumat (28/3) | dok. istimewa

Sepuluh mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) yang terdaftar sebagai peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) semester genap 2013/2014 dipastikan tidak mengikuti pelaksanaan KKN di lapangan selama 40 hari. Kesepuluh mahasiswa tersebut telah mengikuti ujian ekuivalensi KKN yang dilaksanakan pada hari Jumat (28/3).

Bertempat di ruang rapat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UST pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, mereka memaparkan program yang telah mereka jalankan kepada para penguji. Penguji ekuivalensi terdiri dari Drs. Hazairin Eko P., MS (Wakil Rektor I), Drs. Hadi Pangestu Rihardjo, ST, MT (Wakil Rektor III), Ir. Rossana Christiningsih, MS (Ketua LP2M), dan Ag. Eko Susetyo, ST (Ketua PPM/KKN PL2M)
Ekuivalensi tersebut diadakan karena sepuluh mahasiswa tersebut sebelumnya telah mengadakan kegiatan kemahasiswaan berupa pengabdian masyarakat seperti Program Hibah Bina Desa (PHBD) dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) serta Program Mahasiswa Wirausaha Bina Desa (Maubisa) yang didanai oleh Kopertis V. Kesepuluh mahasiswa tersebut adalah Wahyu Widodo (PHBD) dari Fakultas Pertanian; Nur Romdlon, Dorra Mustika, Ernawati, dan Suheri (PKM) dari FKIP; dan Nur Kholik Afandi, Mustafid, Salbiyatun, M. Ridlo, dan Supranoto dari Fakultas Teknik.

Suheri mengungkapkan bahwa Ekuivalensi KKN ini bisa dikatakan sebagai imbalan karena telah mewakili kampus mengikuti dan melaksanakan program hibah kegiatan kemahasiswaan. Sedangkan M. Ridlo mengungkapkan bahwa melalui program Maubisa Kopertis V kelompoknya telah sedikit menyumbangkan ilmu dan mengabdi kepada masyarakat. “Kalau kami malah telah melaksanakan tiga program yang didanai yakni kerajinan pelepah pisang, energi biogas, dan budidaya lele,” terang M. Ridlo saat diwawancarai usai mengikuti ujian.

Sementara itu Mustafid, mahasiswa Teknik Industri semester 8 berharap dengan adanya program ekuivalensi KKN bagi mahasiswa yang pernah mendapatkan hibah kegiatan ini bisa menumbuhkan minat mahasiswa . “Semoga tumbuh minat mahasiswa dalam mengikuti pengamdian masyarakat melalui hibah maupun program yang diadakan oleh Dikti,” terang Mustafid. [p]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *